Kriminalitas Tanahbumbu

Kronologi Penculikan Anak di Kabupaten Tanahbumbu, Polisi : Pelaku Minta Tebusan Rp 30-50 Juta

Kronologi Penculikan Anak di Kabupaten Tanahbumbu, Polisi : Pelaku Minta Tebusan Rp 30-50 Juta

Kronologi Penculikan Anak di Kabupaten Tanahbumbu, Polisi : Pelaku Minta Tebusan Rp 30-50 Juta
kompas.com
ilustrasi 

BANJARMASINPOST.CO.ID,BATULICIN - Penculikan terhadap anak kembali terjadi. Setelah beberapa hari lalu dan cukup menggemparkan warga Banjarmasin, kejahatan serupa juga terjadi di Kabupaten Tanahbumbu, Selasa (22/1/2019).

Penculikan terhadap anak, VN (12) terjadi di RT 06, Dusun II, Desa Satui Timur, Kecamatan Satui, Kabupaten Tanahbumbu oleh pelaku yang sekarang dalam pengejaran anggota Polres Tanahbumbu.

Sementara korban sudah ditemukan dengan kondisi baik, sehat dan kini telah mendapat perawatan medis untuk pemulihan diri korban.

Sebelum ditemukan dalam kondisi baik, korban oleh pelaku ditinggalkan di sebuah hutan yang berada di sekitar wilayah kecamatan tersebut.

Kapolres Tanahbumbu AKBP Kus Subyantoro Sik melalui Kasat Reskrim AKP Alfian Tri Permadi Sik membenarkan, adanya kejadian dugaan penculikan oleh pelaku terhadap anak di bawah umur.

Baca: Dinar Candy Larang Ahok alias BTP dan Bripda Puput Nastiti Devi Menikah, Indro Warkop: Jantan!

Baca: Link Live Streaming TVRI Chelsea vs Tottenham Hotspur di Semifinal Carabao Cup Malam Ini

Baca: Vigit Waluyo Bongkar Bantu PSS Sleman, Kalteng Putra & PSMP untuk Menangkan Pertandingan

Menurut Alfian terjadinya penculikan, bermula pada saat itu korban pergi mengaji ke mushola Subulus Salam yang ada di Desa Satui Timur.

Namun pada saat waktunya pulang mengaji, akan tetapi korban belum ada pulang ke rumah.

Hal itu membuat was-was keluarga korban yang kemudian mendatangi tempat korban mengaji. Namun tidak bertemu korban, selain hanya bertemu Muhammad Alfin guru mengaji korban.

Menjelaskan bahwa korban (VN) sudah selesai mengaji dan telah pulang sejak pukul 20.30 Wita. Membuat keluarga sempat bingung, apalagi setelah berusaha mencari korban tetap tidak ditemukan.

Membuat tambah panik keluarga korban, apalagi tidak lama usai mencari korban ada pesan singkat (SMS) masuk ke telepon genggam Penti Fitria (keluarga).

Halaman
12
Penulis: Herliansyah
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved