Berita Hulu Sungai Selatan

Pantau Program Pengentasan Kemiskinan, Bupati HSS Nongrong di Warung Warga Lok Binuang

Pantau Program Pengentasan Kemiskinan, Bupati HSS Nongrong di Warung Warga Lok Binuang

Pantau Program Pengentasan Kemiskinan, Bupati HSS Nongrong di Warung Warga Lok Binuang
banjarmasin post group/ hanani
Bupati Hulu Sungai Selatan H Achmad Fikry saat nongkrong di warung warga Desa Lok Binuang Kecamatan Telaga Langsat, Kamis (24/1/2018). Usai menghadiri pembukaan Musrenbang di Kecamatan HSS, Fikry bersama Kepala Dinas Sosial memantau program pengentasan kemiskinan melali bantuan usaha mandiri. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN - Kesempatan menghadiri Musyawarah Rencana Pembangunan di Kecamatan, dimanfaatkan Bupati Hulu Sungai Selatan (HSS) H Achmad Fikry untuk berkunjung ke desa-desa.

Sekaligus menyapa warga serta memantau hasil pelaksanaan program pemerintah kabupaten. Seperti dilakukan, Kamis (24/1/2019). Fikry bersama rombongan menyempatkan diri mampir ke sebuah warung teh kecil.

Warung tersebut, milik Jamakaitun (25), warga Desa Lok Binuang, Kecamatan Telaga Langsat. Dia salah satu penerima Bantuan Usaha Mandiri (BUM), salah satu program Pemkab HSS dalam rangka pengentasan kemiskinan.

Di warung tersebut, Bupati HSS duduk santai sambil ngobrol dengan warga, didampingi Kades setempat Darmasyah serta Kepala Dinas Sosial.

Baca: Pengakuan Vigit Waluyo ke Krishna Murti Soal Pengaturan Skor Liga Indonesia, Setor ke Wasit?

Baca: Mucikari Vanessa Angel Koleksi 1.000 Video Mesum Artis di Handpone, Terkait Prostitusi Online Artis?

Baca: Hasil Indonesia Masters 2019 - Tontowi/Liliyana Melaju ke Perempatfinal Usai Perang Saudara

Sambil minum teh dan pisang goreng, Fikri pun menanyakan langsung kepada pemilik warung, perkembangan usahanya, pasca mendapat bantuan modal untuk usaha warung kecil tersebut pada 2016 lalu.

Jamakaitun, atau yang akrab disapa Itun mengakui, setelah mendapat modal berupa bantuan Rp 3 juta, dia bisa mengembangkan warung kecilnya menjadi lebih besar.

“Tiap hari pengunjungnya ramai, minum teh dan pisang goreng, sukun serta gorengan tahu tempe sampai malam,”tutur Itun, yang juga penerima program bedah rumah.

Itun menyatakan sangat berterimakasih dengan Pemkab HST yang memberikan bantuan modal usaha tersebut, hingga keuntungnya bisa diputar kembali untuk memperbanyak jenis barang dagangan di kios kecilnya yang kini mulai maju.

“Alhamdulillah, saya juga bisa membeli lemari es, jadi untuk jualan teh es tak beli ke temat lain, sudah bisa bikin sendiri. Juga bisa menyimpan bahan makanan lainnya,”tuturnya.

Baca: Reaksi Tak Terduga Hotman Paris Saat Ahok (BTP) Diusulkan Jadi Host Sepertinya di Hotman Paris Show

Itun mengaku sebelumnya memang sudah buka warung, namun sulit berkembang karena modalnya terbatas. Sedangkan suaminya hanya buruh serabutan atau tak punya pekerjaan tetap. Namun, sekarang usaha warung tersebut sudah mencukup kebutuhan keluarganya sehari-hari.

Sementara, Bupati HSS HA Fikry mengatakan, BUM merupakan upaya Pemkab HST dengan target warga tak mampu yang punya kemauan meningkatkan kesejahteraannya melalui usaha kecil, yang programnya dikelola Dinas Sosial.

Bantuan modal usaha tersebut tak hanya untuk usaha warung. Tapi juga usaha peternakan itik, serta bidang usaha produktif lainnya.

“Program ini terus dipantau Dinas Sosial agar bantuan efektif, tepat sasaran dan bermanfaat bagi peningkatan ekonomi keluarga penerima program,”katanya.

Kadis Sosial Siti Erna menambahkan, program ini sudah dilaksanakan sejak 2013, dan untuk 2018 lalu, ada 130 unit usaha yang diberi bantuan berupa modal usaha, termasuk Jamakaitun.

(banjarmasinpost.co.id/hanani)

Penulis: Hanani
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved