Ekonomi dan Bisnis

Tahun 2019, Harga KPR Komersial Direncanakan Naik, Buruan Beli Sekarang

Setiap tahun harga angsuran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) cenderung naik. Hal ini yang dialami seorang warga Banjarmasin, Fauzan Ridhani.

Tahun 2019, Harga KPR Komersial Direncanakan Naik, Buruan Beli Sekarang
Istimewa/PT Jofa Dini Lestari.
Hunian KPR bersubsidi di Banjarmasin dan sekitarnya. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Setiap tahun harga angsuran Kredit Pemilikan Rumah (KPR) cenderung naik. Hal ini yang dialami seorang warga Banjarmasin, Fauzan Ridhani.

Perasaan galau dan cemas selalu menyelimuti Fauzan terkait hal itu. Saat ini dia telah menghuni sekaligus membayar cicilan selama 10 tahun, dan selama itu pula grafik harga selalu naik.

"Dulu 10 tahun lalu tidak ada sistem subsidi seperti sekarang, semua komersial mengikuti floating rate atau suku bunga pasar. Namun untuk nominal angsuran cukup ringan, mulai dari Rp 200 ribuan waktu itu," papar Fauzan kepada Banjarmasinpost.co.id.

Hingga 2019, harga angsuran yang dibayarkannya mencapai Rp 690 ribu. Naik 100 persen lebih dari harga awal. Pria yang bekerja di perusahaan media di Banjarmasin ini pun terpaksa harus menyelesaikan proses angsuran hingga lima tahun ke depan.

Diakuinya, pada 2019 inu dia merasa was-was suku bunga KPR mengalami kenaikan yang lebih tinggi, sebab tren suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) sedang tinggi karena suku bunga federal di AS juga sedang naik.

Baca: Bukan dengan Luna Maya, Ariel NOAH Kepergok Nonton Bareng Pevita Pearce, Lihat Videonya

Baca: Kabar Pernikahan Ammar Zoni dan Irish Bella Dimajukan, Pemeran Cinta Suci SCTV Ini Buat Foto Prewed

Baca: Gara-Gara Nia Ramadhani Posting Foto Bareng Iqbaal Ramadhan, Buat Bintang Film Dilan Disebut Ini

Kendati demikian, Fauzan tidak mencoba melakukan take over pada rumah tipe 36+ yang berada di Alalak Berangas Timur tersebut.

"Saya rasa percuma over KPR mencari bank lain karena kemungkinan harga memang selalu naik berdasarkan BI rate, satu-satunya cara ya take over, namun saat ini saya belum berniat mencari hunian baru, tentu saya juga harus menyiapkan budget lebih untuk rumah baru tersebut," ujarnya.

Kenaikan bunga kredit dan simpanan di perbankan Indonesia tidak lepas dari pengetatan kebijakan moneter yang dilakukan BI. Perbankan pun secara perlahan melakukan penyesuaian atas kenaikan suku bunga acuan 7 Day Repo Rate (7DRR) yang dilakukan oleh bank sentral sejak tahun lalu.

Sepanjang 2018, BI telah menaikkan 7DRR sebanyak 6 kali dengan total kenaikan bunga sebanyak 175 basis poin (bps) atau 1,75 persen. Posisi suku bunga acuan 7DRR kini berada di level enam persen, naik dibanding kuartal I-2018.

Prakiraan suku bunga kredit untuk KPR pada triwulan pertama 2019 berada di kisaran 11,5 persen. Meski diperkirakan mengalami kenaikan bunga, KPR masih menjadi prioritas utama perbankan nasional dalam penyaluran kredit baru pada triwulan pertama 2019.

Sementara itu, PT Jofa Dini Lestari tidak mempermasalahkan rencana kenaikan harga angsuran KPR komersial itu.

"Hunian yang kami tawarkan fokus pada perumahan subsidi yang segmentasinya Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), untuk informasi yang saya terima, KPR subsidi tidak ada kenaikan. Harganya sama dengan tahun lalu," jelas Direktur PT Jofa Dini Lestari, Maulida Jofa Dini.

Ditambahkan Maulida, batasan harga jual rumah sejahtera tapak, maksimal dipatok Rp 142 juta per unit. Nominal ini sama dengan yang harga jual pada 2018.

Saat ini pihaknya tengah gencar menawarkan promo menarik, yakni down payment hanya Rp 500 ribu nasabah sudah terima kunci. Perumahannya pun tersebar di beberapa lokasi, di antaranya Gambut dan Handil Bakti. (Banjarmasinpost.co.id/Mariana)

Penulis: Mariana
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved