Berita Kabupaten Banjar

Terungkap Identitas Mayat Mengapung di Pengaron, Ada Lebam, Mata Berdarah, Berikut Penjelasan Dokter

Identitas mayat yang ditemukan mengapung di sungai Desa Loktunggul Pengaron Kabupaten Banjar, Rabu (23/1) akhirnya diketahu

Terungkap Identitas Mayat Mengapung di Pengaron, Ada Lebam, Mata Berdarah, Berikut Penjelasan Dokter
banjarmasinpost.co.id/hasby
Inafis Polres Banjar melakukan identifikasi mayat yang mengapung di sungai Desa Loktunggul Pengaron. Foto korban semasa hidup. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Identitas mayat yang ditemukan mengapung di sungai Desa Loktunggul Pengaron Kabupaten Banjar, Rabu (23/1) akhirnya diketahui identitasnya. Bidang Inafis Polres Banjar bersama Polsek Pengaronf berhasil mengidentifikasi jenazah.

Kapolres Banjar, AKBP Takdir Mattanete melalui Kaur Inafis Polres Banjar, Aipda Heri Purwanto mengatakan, pihaknya berhasil melakukan identifikasi jenazah tersebut. Yakni bernama Darman, dengan status belum kawin usia 43 tahun.

“Jenazah kelahiran Desa Lobangbaru, 3 Februari 1972, merupakan warga Jalan Manggis Lobangbaru Pengaron Kabupaten Banjar,” katanya, Kamis (24/1).

Darman ditemukan di Desa Loktunggul RT 1 Kecamatan Pengaron Kabupaten Banjar pukul 08.30 wita oleh dua orang petani yang mau ke sawah, Rabu (23/1).

Baca: Ahok atau Basuki Tjahaja Purnama (BTP) Resmi Bebas, Ini Penjelasan Kepala Rutan Cipinang

Baca: Tak Puas dengan Evan Dimas, Pelatih Barito Jacksen F Tiago Terus Berburu Pemain Jelang Liga 1 2019

Baca: Basuki Tjahaja Purnama (BTP) Alias Ahok Bebas Dari Mako Brimob, Ada Kabar Bripda Puput Nastiti Devi?

Petani itu yakni Jailani (60) dan Rahamadi (32) keduanya warga Loktunggul RT 1 melihat mayat tanpa identitas itu hanyut di sungai dan melaporkannya ke Polsek Pengaron.

Selanjutnya anggota Polsek Pengaron dibantu masyarakat mengevakuasi membawa ke Puskesmas Pengaron untuk dilakukan pemeriksaan atau Visum Et Reperum.

Anggota Polsek Pengaron bersama Inafis Polres Banjar melalukan olah TKP, selesai langsung membawa ke Rumah Sakit Ratu Zalecha Martapura Kabupaten Banjar.

Setibanya di RSUD Ratu Zalecha Kabupaten Banjar, mayat tidak langsung diturunkan dari mobil ambulans.

Selang 30 menit, barulah mayat tanpa identitas itu diturunkan dari mobil ambulans dan langsung dimasukan dalam kamar jenazah.
Kepolisian tidak bisa langsung melakukan identifikasi dikarenakan alat di Disdukcapil mengalami gangguan.

Kapolsek Pengaron melalui Kanit Reskrim Polsek Pengaron, Aipda Ibnu Ismanto mengatakan, hasil pemeriksaan mayat oleh dokter Puskesmas Pengaron bahwa kondisi mayat diperkirakan meninggal lebih dari 24 jam.

Terdapat lebam mayat dibagian dada keatas, keluar kotoran dari dua lubang dubur dan kelamin, keluar darah dari mata dan telinga serta hidung.

Terdapat luka sobek kecil pada bagian daun telinga sebelah kanan, tidak terdapat tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Bahwa berdasarkan keadaan mayat di atas, dokter yang memeriksa menyimpulkan bahwa kematian lebih dari 24 jam dan kemungkinan disebabkan karena tenggelam. (Banjarmasinpost.co.id/Hasby)

Istimewa- Foto Darman

Penulis: Hasby
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved