Tajuk

Orangtua Jangan Resah

UPAYA penculikan lagi terjadi! Setelah beberapa pekan lalu Banua Kalimantan Selatan dihebohkan oleh upaya penculikan satu siswi SMPN 5 Banjarbaru

Orangtua Jangan Resah
net
Ilustrasi

UPAYA penculikan lagi terjadi! Setelah beberapa pekan lalu Banua Kalimantan Selatan dihebohkan oleh upaya penculikan satu siswi SMPN 5 Banjarbaru, kini ada upaya serupa menimpa satu murid sekolah dasar di Kota Banjarmasin.

Seperti diberitakan Banjarmasin Post edisi Kamis (24/1), murid kelas VI sekolah dasar tersebut disekap pelaku menggunakan sebuah mobil, usai melintas di Jembatan Suriansyah, Kuin Utara, Kecamatan Banjarmasin Utara, Kota Banjarmasin.

Sempat merasa dibius dan tak sadarkan diri, beruntung korban berhasil kabur saat mobil pelaku melintas pelan di kawasan Terminal Pal Enam Banjarmasin. Korban pun berhasil pulang, setelah sempat berjalan beberapa kilometer menuju kawasan Jalan Pangeran Antasari Banjarmasin.

Berbeda dengan kasus pertama yang melibatkan siswi SMPN 5 Banjarbaru dan pelakunya berhasil ditangkap, korban kedua belum ditangani pihak kepolisian karena orangtua tak juga melaporkan peristiwa tersebut ke pihak berwajib.

Dua peristiwa ini dipastikan bakal menimbulkan kekhawatiran bagi para orangtua di Kalsel.

Pasalnya, dua peristiwa tersebut bakal mengancam keselamatan buah hati para orangtua saat sedang menimba ilmu. Apalagi saat ini sudah biasa membiarkan anak-anak berangkat tanpa diantar.

Kemandirian para pelajar tersebut saat berangkat dan pulang sekolah, mungkin yang dimanfaatkan para pelaku untuk mencari celak berbuat jahat. Menculik dan meminta imbalan ke orangtua korban, demi keuntungan pribadi.

Tindakan orangtua tidak melaporkan kejadian yang menimpa anak mereka ke polisi, seperti yang dilakukan keluarga murid sekolah dasar di Kota Banjarmasin, juga tidak sepenuhnya bisa dibenarkan.

Tindakan mereka membuat polisi tidak bisa melakukan tindakan apa-apa, dan ini bisa membuat para pelaku yang dikabarkan berjumlah tiga orang, bakal mengulangi tindakan mereka. Entah di lokasi yang sama, atau tempat lain dengan korban berbeda.

Kalau saja orangtua korban langsung melaporkan kejadian tersebut ke polisi, tentu gerak para pelaku bisa langsung dilokalisir. Seperti peristiwa penculikan yang menimpa siswi SMPN 5 Banjarbaru, dan polisi pun bisa meringkus pelakunya.

Bagi orangtua lain, tentu harus meningkatkan kewaspadaan dalam menjaga buah hati mereka. Bukan tidak mungkin, pelaku yang masih berkeliaran bisa mengincar korban siapa saja dan di mana saja. (*)

Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved