Berita Tabalong

90 Ribu Warga Tabalong Belum Terdaftar BPJS, Pemkab dan Dinkes Sasar Peserta BPJS Mandiri

Dinas Kesehatan Tabalong terus berupaya untuk bekerjasama dengan BPJS untuk meningkatkan jumlah peserta BPJS.

90 Ribu Warga Tabalong Belum Terdaftar BPJS, Pemkab dan Dinkes Sasar Peserta BPJS Mandiri
KOMPAS.com/Ramdhan Triyadi Bempah
Perugas BPJS Kesehatan Kabupaten Bogor sedang melayani masyarakat di kantor yang terletak di Cibinong, Kabupaten Bogor, Jumat (24/11/2017). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG - Dinas Kesehatan Tabalong terus berupaya untuk bekerjasama dengan BPJS untuk meningkatkan jumlah peserta BPJS. Selain mendapat bantuan dari Pemerintah daerah, provinsi dan pemerintah pusat melalui program Penerima Bantuan Iuran (PBI) Dinas Kesehatan juga Tabalong juga tengah berupaya untuk meningkatkan jumlah peserta BPJS Mandiri.

Kepala Dinas Kesehatan Tabalong dr Taufiqurrahman mengatakan saat ini masih ada sekitar 90 ribu warga yang masih belum terdaftar sebagai peserta BPJS.

Pemerintah Daerah melalui Dinas Kesehatan lebih fokus dalam meningkatkan keikutsertaan BPJS mandiri. Warga yang mampu diminta kesadaran diri tentang pentingnnya menjadi peserta BPJS.

Pemerintah Daerah bukan tidak mampu secara anggaran dengan membayarkan iuran warga yang belum terdaftar, namun pihaknya lebih ingin meningkatkan kesadaran warga agar peduli dengan kesehatan mereka sendiri. Anggaran kesehatan lebih difokuskan untuk membantu warga yang memang benar benar kurang mampu.

"Karena BPJS merupakan program jangka panjang, sehingga perlu ditata dengan baik agar tidak ada kendala dikemudian hari, penerima PBI juga melibatkan banyak pihak agar program ini dinikmati oleh orang yang tepat," ujarnya.

Baca: Hasil Badminton Indonesia Masters 2019 : Marcus/Kevin Ditunggu Ahsan/Hendra di Final!

Baca: Bukan Reino Barack Mantan Kekasih Luna Maya, Syahrini Sebut Pria Ini Kesayangannya Selama 11 Tahun

Baca: K H Maruf Amin Kenakan Jaket Repnas Saat Berikan Sambutan di Deklarasi Dukungan Repnas Kalsel

Selain dari program BPJS PBI, Dinas Kesehatan Tabalong juga menyediakan anggaran program Jaminan Tanjung Sehat (JTS) untuk warga kurang mampu dan membutuhkan pelayanan kesehatan cepat.

Meskipun jumlah anggaran terus dikurangi dengan harapan beralih ke BPJS namun program JTS tetap ada. Dengan syarat peserta harus mendapatkan surat pernyataan dari kepala desa bahwa benar benar tergolong dalam warga kurang mampu.

Bukan hanya sekedar surat keterangan, namun surat pernyataan yang dibuat oleh kepala desa dan mau bertanggungjawab jika ada kesalahan atau penyalahgunaan. "Surat pernyataan disertai dengan materai sehingga memiliki kekuatan hukum, dan kepala desa tidak dengan mudah memberikan surat pernyataan kepada warganya," ujarnya.

Terpisah Tono warga Desa Kambitin Kecamatan Tanjung mengatakan dirinya sudah dua tahun terakhir menjadi peserta BPJS mandiri kelas dua. Meskipun dirinya beserta keluarga tidak memiliki keluhan penyakit namun untuk berjaga jaga jika suatu saat ada melakukan pengobatan di puskesmaa atau rumah sakit.

"Niatkan untuk saling membantu, jika kita tidak menggunakan BPJS iuran yang dibayarkan setiap bulan pasti digunakan orang lain untuk berobat, semoga bernilai pahala," ujarnya.

Toni sebenarnya bukan dari keluarga sederhana, dirinya merupakan petani karet. Namun karena pernah melihat ada salah satu tetangganya tiba tiba sakit dan membutuhkan biaya besar sampai menjual tanah untuk biaya berobat. Dari situlah Tono langsung mendaftarkan dirinya dan keluarga menjadi peserta BPJS. (banjarmasinpost.co.id/nia)

Penulis: Reni Kurnia Wati
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved