Kriminalitas HSS

Bawa Pisau Malam Hari di Desa Garunggang, Hamdani Dintai Lalu Disergap Jajaran Polres HSS

Tradisi membawa senjata tajam, masih saja dilakukan warga hulu sungai umumnya, khususnya di Hulu Sungai Selatan.

Bawa Pisau Malam Hari di Desa Garunggang, Hamdani Dintai Lalu Disergap Jajaran Polres HSS
HO/Humas Polres HSS
Tersangka pembawa senjata tajam di Desa Garunggang HSS diamankan jajaran Polres HSS 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN- Tradisi membawa senjata tajam, masih saja dilakukan warga hulu sungai umumnya, khususnya di Hulu Sungai Selatan.

Meski pihak kepolisian sering menyosialisasikan larangan membawanya, bahkan sering melakukan razia, belum membuat sebagian warga menaatinya. Kamis 24 Januari lalu, Satreskrim Polres HSS mengamankan Hamdani (31)

Petani dari Desa Garunggang Kecamatan Simpur, HSS tersebut kedapatan membawa senjata tajam jenis pisau pada malam hari, pukul 23.00, namun tak bisa menunjukkan surat izin membawa pisau tersebut.

Diapun ditangkap di sebuah kebun di Desa Garunggang saat mengambil sepeda motor di kebun tersebut. Kapolres HSS, melalui Humas Polres HSS Iptu Gandi, Sabtu (26/1/2018) menjelaskan, barang bukti berupa pisau tersebut telah disita.

Baca: Hasil Semifinal Indonesia Masters 2019, Marcus/Kevin vs Ahsan/Hendra di final, Pastikan 1 Gelar

Baca: Pembelaan Vigit Waluyo Usai Reaksi Persija Jakarta & Joko Driyono Soal Settingan Juara Liga 1 2018

Dijelaskan, sebelum tertangkap, anggota Satreskrim terlebih dahulu menerima informasi masyarakat, bahwa ada  seorang pria mencurigakan menaruh sepeda motornya di dekat kebun warga, di Desa Garunggang. Anggota Satreskrim pun langsung menindaklanjuti dengan melakukan pengintaian, dengan mengendap di kebun tersebut.

“Pada Kamis, pukul 23.00 wita kemarin anggota Satreskrim tadi berhasil  memergoki pria bernama Hamdani tersebut sedang mengambil motornya.

Setelah dilakukan pemeriksaan, ternyata dia membawa pisau yang terselip di pinggang dipinggang kiri bagian belakang.

Tersangka mengakui pisau itu miliknya. Karena tak memiliki izim membawa senjata tajam tersangka  dan barang kemudian dibawa ke Polsek Simpur,” kata Gandi. Tersangkapun dijerat UU Darurat Nomor  12 Tahun 1951 tentang senajata Tajam. (banjarmasinpost.co.id/hanani)

Penulis: Hanani
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved