Ekonomi dan Bisnis

Belum Punya Outlet, Pebisnis Kuliner Banjarmasin Ini Jajakan Makanan Lewat Media Sosial

Beragam jenis masakan banjar tersedia di antaranya masak habang, katupat kandangan, ketupat tumis, masak bistik, lalapan sambal matah, dan lain-lain.

Belum Punya Outlet, Pebisnis Kuliner Banjarmasin Ini Jajakan Makanan Lewat Media Sosial
istimewa/dahlina
Pedagang kuliner e-commerce sedang menata kuliner dagangannya, siap untuk dikirim ke pelanggan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Bisnis kuliner merupakan salah satu jenis bisnis yang paling banyak peminatnya. Termasuk di Banjarmasin, bisnis ini tumbuh secara pesat, berbagai ragam jenis kuliner pun tersedia.

Seiring perkembangan teknologi yang sangat pesat, berbisnis pun tidak mesti memiliki outlet atau toko. Sejumlah pedagang kuliner memanfaatkan media sosial untuk memasarkan bisnisnya.

Menjadi pedagang e-commerce telah dilakoni warga Banjarmasin, Muhammad Rizali Affandi sejak 2015 lalu. Beragam jenis masakan banjar tersedia di antaranya masak habang, katupat kandangan, ketupat tumis, masak bistik, lalapan sambal matah, dan lain-lain.

"Kami saat ini masih belum punya toko atau warung makan, untuk saat ini bisnis catering dipasarkan lewat media sosial. Harganya bervariasi mulai Rp 15.000-20.000 sesuai budget konsumen," papar pria yang disapa Zali kepada Banjarmasinpost.co.id.

Baca: Hasil Badminton Indonesia Masters 2019 : Marcus/Kevin Ditunggu Ahsan/Hendra di Final!

Baca: Ustadz Abdul Somad Ingatkan Ini Bagi Pelakor dan Pebinor yang Ramai Diperbincangkan

Bisnis ini berjalan karena dia dan sang istri yang memiliki hobi berwisata kuliner. Zali juga memanfaatkan relasi pertemanan yang dimilikinya untuk memasarkan usaha kuliner.

"Sebenarnya kami berniat memiliki toko atau warung pribadi, namun saat ini masih proses mengumpulkan dana. Untuk sewa tempat kami pikir-pikir dulu, sebab kebanyakan tinggi biaya sewa dibanding pendapatan," tukasnya.

Pesanan catering umumnya untuk acara seminar, pelatihan, dan dapat pula untuk resepsi perkawinan. Orderan paling banyak yang pernah diterimanya 700 kotak untuk acara seminar.

Selain menjual jajanan berat, Zali juga membuat beragam kue di antaranya kue brownis balok lumer coklat yang saat ini tengah digemari di Banjarmasin. Harga kue balok lumer coklat spesial toping seharga Rp 25.000 untuk kotak kecil isi lima, sedangkan Rp 45.000 untuk kotak besar isi 10.

"Bicara omzet tidak menentu namun jika dalam satu bulan terbilang ramai bisa hingga Rp 4 juta hasil yang didapat," ungkapnya.

Sementara itu, hal yang sama juga dilakukan Dahlina. Dia berbisnis asinan rujak buah yang diproduksi di rumahnya sendiri.

Baca: Bukan Reino Barack Mantan Kekasih Luna Maya, Syahrini Sebut Pria Ini Kesayangannya Selama 11 Tahun

Baca: Kali Ini Ayu Ting Ting Unggul di Adu Gaya dengan Nagita Slavina, Bukan Tentang Raffi Ahmad

Saat ini dia tidak memiliki toko maupun outlet, menurutnya menjadi pedagang e-commerce jauh lebih praktis dan menguntungkan.

"Pemasaran hanya lewat instagram dan whatsapp, sejauh ini peminatnya banyak, ada yang berlangganan tetap paling tidak satu minggu sekali pasti memesan," ujarnya.

Isi dari rujak asinan tersebut buah-buah segar yakni mangga, salak, nanas, lengkeng, ditambahkan air perasan jeruk, gula, garam, dan cuka secukupnya.

Harga asinan berkisar Rp 20.000-25.000, menurutnya asinan ini bertahan hingga tiga hari dalam lemari es. "Per bulan omzet yang didapat sekitar Rp 1.500.000," pungkasnya. (Banjarmasinpost.co.id/Mariana)

Penulis: Mariana
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved