Kriminalitas HST

Oknum Guru di Barabai Setubuhi Muridnya di Mobil, Begini Kronologinya Versi Polisi

Oknum Guru di Barabai Setubuhi Muridnya di Mobil, Begini Kronologinya Versi Polisi

Oknum Guru di Barabai Setubuhi Muridnya di Mobil, Begini Kronologinya Versi Polisi
Sumsel.tribunnews.com
Ilustrasi pencabulan pada perempuan. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Seorang pria RF (44) yang merupakan oknum guru PNS di Barabai Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) kedapatan melakukan persetubuhan dengan gadis di bawah umur yang masih berstatus muridnya di sekolah.

Oknum guru yang merupakan warga Komplek Guntur timur RT 014/007 Kecamatan Barabai kedapatan oleh Satuan Samapta dan Piket SPKT Polres Hulu Sungai Tengah di kawasan Jalan Lingkar Walangsi, Desa Hulu Rasau Kecamatan Pandawan Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kabupatan Hulu Sungai Tengah saat melakukan aksinya di dalam mobil minibus DA 1963 HB berwarna putih, Jumat (25/1) malam.

Dari pemeriksaan oknum guru dan murid ini, aksi persetubuhan diperkuat dengan adanya temuan cairan putih di dalam mobil.

Bahkan, kepada polisi RF mengaku melakukan persetubuhan kepada AS. Parahnya, RF merupakan guru berstatus PNS (Pegawai Negeri Sipil) di Hulu Sungai Tengah. Bahkan, AS merupakan siswanya.

Baca: Reaksi Ibu Ahok (BTP) Saat Kenalkan Bripda Puput Nastiti Devi Sebagai Pengganti Veronica Tan

Baca: Balasan Aura Kasih Pada Netizen Yang Berkomentar Jahat Pada Calon Buah Hatinya dengan Eryck Amaral

Baca: Strategi Ahsan/Hendra Jelang Hadapi Marcus/Kevin di Final Indonesia Masters 2019, Satu Gelar!

Kepada polisi keduanya mengaku jika sedang dimabuk asmara dan berstatus berpacaran.

Sayangnya, pengakuan AS tak bisa membantu RF. RF bahkan dilaporkan oleh orangtua AS, MZ.

MZ tidak terima dengan yang dilakukan RF terhadap putrinya. Ia bahkan meminta agar RF dihukum sesuai dengan hukum yang berlaku.

RF pun terancam tindak pidana persetubuhan anak. Ia terancam dijerat dengan pasal 81 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 Tentang perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 tahun 2002 Tentang perlindungan anak.

Baca: Pembelaan Vigit Waluyo Usai Reaksi Persija Jakarta & Joko Driyono Soal Settingan Juara Liga 1 2018

Atas tindakan pencabulan terhadap anak di bawah umur, Polres Hulu Sungai Tengah, mengamankan barang bukti berupa satu kaus lengan panjang warna abu-abu , saru lembar celana leging, satu celana dalam warna biru, BH warna cream, dan satu unit mobil yang diduga sebagai tempat pencabulan terjadi.

Kapolres Hulu Sungai Tengah, AKBP Sabana Atmojo, membenarkan atas kejadian tersebut. Pihaknya akan memproses sesuai hukum yang berlaku.

Ia menghimbau kepada masyarakat agar lebih waspada lagi dan menjaga anak perempuannya sehingga kejadian serupa tidak terjadi lagi.

" Kejahatan terhadap anak sering terjadi dilakukan oleh orang dekat," pesannya. (wie)

Penulis: Eka Pertiwi
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved