Berita HSS

Petani HSS Pemasok Gabah Terbesar ke Perum Bulog, Tapi Harga Yang Ditawarkan Masih Rendah

Kabupaten Hulu Sungai Selatan merupakan salah satu lumbung pangan yang punya andil dalam ketanahan pangan nasional.

Petani HSS Pemasok Gabah Terbesar ke Perum Bulog, Tapi Harga Yang Ditawarkan Masih Rendah
HO/Dinas Kominfo HSS
Perserta Rakor Tim Sergab TNI-AD Pusat dengan pihak SOPD terkait, membahas masalah pangan di Aula Makodim 1003 Kandangan 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN- Ketua Sergab (serapan gabah) Mabes TNI-AD, sebagai pelaksana tugas pengawasan dan pengendalian ketersediaan stok pangan, khususnya gabah di Kalimantan Selatan menyatakan, Kabupaten Hulu Sungai Selatan merupakan salah satu lumbung pangan yang punya andil dalam ketanahan pangan nasional.

Bahkan, berdasarkan data yang dimiliki, petani HSS salah satu pemasok gabah terbesar ke Perum Bulog.

Namun, hal tersebut belum diimbangi dengan harga beli yang tinggi oleh Bulog. Harga per kilogram yang ditawarkan dinilai masih rendah.

“Masalah harga yang dipatok Bulog inilah yang dikeluhakan warga petani. Mereka menilai masih rendah,” kata salah satu Ketua Kelompok Tani, pada rapat koordinasi Tim Sergab TNI-AD Pusat dengan pihak SOPD terkait, membahas masalah pangan di Aula Makodim 1003 Kandangan, belum lama tadi.

Baca: Hasil Semifinal Indonesia Masters 2019, Victor Axelsen Kalah, Kento Momota vs Antonsen di Final

Baca: Oknum Guru di Barabai Setubuhi Muridnya di Mobil, Begini Kronologinya Versi Polisi

Adapun peserta rakor dari SOPD antara lain Dinas Pertanian, DInas Ketahanan Pangan, Bulog Barabai, Swasta Mitra Bulog serta sejumlah ketua kelompok tani di HSS. Rapat tersebut juga dihadiri Kolonel Inf Firmansyah, Ketua Sergab Mabes TNI-AD Pusat. Sementara, Komandan Kodim 1003 Kandangan, Letkol Inf Suhardi Aji menegaskan, pihaknya secara konsisten selalu melakukan konsolidasi dengan berbagai pihak di lapangan.

Hal tersebut, untuk menjaga stabilitas ketersediaan pangan di daerah ini. “ Kami bekerjasama dengan Bulog seing melakukan pengecekan dan pengawasan ke berbagai pengusaha. Khususnya Mitra Bulog dan penggilingan padi. Kami juga sering melakukan penyuluhan ke petani agar menjual gabahnya paling tidak 10 persen kepada Bulog,”kata Dandim.

Suhardi pun menekankan, hal tersebut sangat penting, karena Bulog tidak hanya sebagai pembeli. “Gabah yang masuk ke Bulog, bertujuan menjaga ketersediaan stok secara nasional. Hal ini harus disosialisasikan terus, karena dari data yang ada Hulu Sungai Selatan ternyata merupakan pemasok terbesar gabah ke Perum Bulog,”katanya.

Sementara, menjawab soal harga yang diilai masih rendah, pihak Bulog menyampaikanharga yang ditawarkan sudah merupakan ketetapan pemerintah pusat, berdasarkan kualitas padi yang ada.

Baca: Remaja Ini Curi Sembilan Karung Pakan Ayam, Terciduk Warga Saat Mau Mencuri Lagi di Banua Asam

Baca: Wisnu Ingin Jadikan Pabahanan Sentra Pisang di Tanahlaut karena Hal Ini

Disebutkan, kualitas gabah masyarakat masih rendah dengan kadar air yang cukup tinggi. Hal tersebut berkaitan dengan kondisi beberapa penggilingan padi yang peralatannya sudah berusia cukup tua, sehingga tidak maksimal dalam menghasilkan beras dengan kualitas standar.

Usai Rakor, Tim Sergab dipimpin Dandim 1003 Kandangan, melakukan pemantauan ke lapangan melakukan pengecekan. Adapun lokasi yang dikunjungi, Penggilingan milik H Sarwani di Desa Bamban Kecamatan Angkinang, sebagai salah satu dari empat usaha swasta yang selama ini bekerjasama dengan Bulog di wilayah Hulu Sungai Selatan. (banjarmasinpost.co.id/hanani)

Penulis: Hanani
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved