Ekonomi dan Bisnis

YLKI Tuding Harga Tiket Pesawat Mahal karena Ada Kartel, Garuda Membantah, KPPU Pun Lakukan Ini

Tudingan adanya kartel dalam kenaikan harga tiket pesawat kembali menyeruak. Kali ini, Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) yang mengendus

YLKI Tuding Harga Tiket Pesawat Mahal karena Ada Kartel, Garuda Membantah, KPPU Pun Lakukan Ini
SHUTTERSTOCK
Tiket pesawat. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Tudingan adanya kartel dalam kenaikan harga tiket pesawat kembali menyeruak. Kali ini, Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) yang mengendus adanya hal tersebut.

Mulanya, dugaan adanya indikasi kartel dikemukakan oleh Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU). Saat ini, KPPU tengah melakukan penelitian mengenai hal tersebut.

Dalam melakukan penelitiaanya, KPPU mengacu pada Pasal 5 ayat 1 UU Nomor 5/1999 tentang Larangan Praktek Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat.

Pasal tersebut menyebutkan, pelaku usaha dilarang membuat perjanjian dengan pelaku usaha pesaingnya untuk menetapkan harga atas suatu barang dan atau jasa yang harus dibayar oleh konsumen atau pelanggan pada pasar bersangkutan yang sama.

"Untuk yang tarif tiket pesawat itu sudah sepekan lalu tim sudah bekerja, tapi untuk yang kargo per hari ini," ujar Komisioner KPPU Guntur Saragih di kantornya, Senin (21/1/2019).

Baca: VIRAL - Kakek Berusia 70 Tahun Ini Nikahi Gadis Pujaannya, Beda Usia 42 Tahun, Keluarga Kakek Kaget

Baca: Daftar Beasiswa S1 di 10 Top PTN Indonesia dari IsDB, dari UI, UGM, ITB, IPB Hingga Unhas

Baca: Arema FC vs Persita Tangerang 32 Besar Piala Indonesia, Link Live Streaming RCTI Klik Sini

Sementara itu, YLKI juga menduga ada permainan kartel dalam kenaikan harga tiket pesawat.

"Saya menduga memang ada kartel atau oligopoli karena melibatkan dua perusahaan besar," ujar Ketua Harian YLKI Tulus Abadi di Jakarta, Jumat (25/1/2019).

Tulus mengaku telah dipanggil dewan pertimbangan presiden bersama Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) untuk membahas mengenai kenaikan harga tiket pesawat.

Berdasarkan hasil pengamatannya, kuat dugaan memang ada permainan kartel dalam kenaikan harga tiket pesawat.

"Saya kira dugaan itu (adanya kartel) sah dan cukup absah, karena pertama, itu bisa ditenggarai dengan mereka jumpa pers bersama menurunkan bersama, sehingga ada dugaan itu," kata Tulus.

Halaman
12
Editor: Didik Trio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved