Ekonomi dan Bisnis

Batu Bara Masih Jadi Komoditi Utama Andalan Kalsel, Kadisperindag Sebut ini

Batu bara saat ini masih menjadi komoditi terbesar sebagai sektor andalan penyumbang ekspor di Kalimantan Selatan (Kalsel).

Batu Bara Masih Jadi Komoditi Utama Andalan Kalsel, Kadisperindag Sebut ini
Istimewa
Kepala Dinas Perdagangan Kalsel, Birhasani 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Batu bara saat ini masih menjadi komoditi terbesar sebagai sektor andalan penyumbang ekspor di Kalimantan Selatan (Kalsel).

Menurut Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Kalsel, H Birhasani, batu bara masih merupakan andalan utama.

"Kita sekarang masih mengandalkan komoditi batu bara sebagai andalan utama Kalsel," kata dia.

Tentu hal tersebut menurutnya Pemerintah Kalsel harus segera mencari terobosan baru, sebagai pendukung komoditi batu bara.

"Karena batu bara ini sifatnya tidak terbarukan, oleh sebab itu sebagai pilihan kami harus menyiapkan dan meningkatkan sektor perkebunan, pertanian, perikanan, dan industri hilir. Karena mungkin 10 hingga 20 tahun yang akan datang, batu bara tidak bisa lagi diandalkan karena jumlahnya akan berkurang." sebutnya.

Baca: Aura Kasih Doakan yang Hina Calon Anaknya, Simak Tausiah Ustadz Abdul Somad Tentang Ibu Hamil

Baca: Ini Kisah Pria Berbobot 215 Kg yang Menurunkan Berat Badan hingga 126 Kg dalam Waktu 14 Bulan

Baca: Hotman Paris Mendadak Mau Lamar Ria Ricis Pake Cincin Rp9 Miliar, Ria Bilang Sedih, Ya Allah Sedih

Baca: Terungkap Usia Ahok Alias BTP Lebih Tua Dari Ayah Bripda Puput Nastiti Devi, Teguh Sriyono

Disebutkannya posisi kedua dalam hal ekspor setelah batu bara, pada sektor perkebunan yaitu kepala sawit.

"Sedangkan komoditi lainnya yaitu hasil hutan seperti karet pada posisi ketiga," terangnya.

Selaim itu, menurutnya yang saat ini mulai berkembang dan sedang dimaksimalkan pada hasil perikanan.

"Tetapi pada umumnya semua itu lebih berupa komoditi yang artinya hanya bahan mentah, bukan berupa produk kecuali rotan yang sudah bahan jadi," imbuhnya.

Ia menambahkan yang harus dilakukan yaitu membuat produk yang sudah jadi terlebih dahulu.

"Terobosan yang harus diambil Kalsel tentunya pengembangan industri di sektor hilir. Artinya dibuat di Kalsel sendiri, setelah itu produk jadinya baru dieskpor," tandasnya.

(Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Maulana)

Penulis: M Maulana
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved