Berita Kabupaten Banjar

Beton Pembatas Jebol, Banyak Ditumbuhi Ilalang, Tugu Km 17 Gambut Kurang Terawat

Tugu aset Pemkab Banjar melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Banjar di Jalan A Yani Km 17 Kabupaten Banjar seakan tak terawat.

Beton Pembatas Jebol, Banyak Ditumbuhi Ilalang, Tugu Km 17 Gambut Kurang Terawat
banjarmasinpost.co.id/hasby suhaili
Kondisi sekitar Tugu di Jalan A Yani Km 17, Gambut Kabupaten Banjar, Minggu (27/1/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID — Tugu aset Pemkab Banjar melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Banjar di Jalan A Yani Km 17 Gambut Kabupaten Banjar seakan tak terawat. Padahal Kabupaten Banjar baru saja menerima piala Adipura 2018 dan merupakan Adipura ketujuh kalinya diraih Pemkab Banjar.

Pantauan, besi pagar pada beberapa bagian hilang, sampah berserakan dan ditumbuhi ilalang sekelilingnya. Beton pembatas pagar juga ada yang jebol, ditambah bangunan tugu yang memajang lambang Kabupaten Banjar tampak kusam.

Seorang pengguna jalan, Mamad menyayangkan kondisi tugu demikian kusam dan tidak terawat. Padahal, tugu Pal 17 masuk dalam Kabupaten Banjar dan menjadi gerbang di Kabupaten Banjar, sehingga seakan menunjukan identitas kabupaten tersebut.

“Kalau tugu khan jadi simbol kabupaten dan ini masuk dalam wilayah Kabuapaten Banjar, Bupatinya Guru Khalil. Sangat disayangkan kondisinya seperti dibiarkan begitu saja, khan baru dapat Adipura tujuh kal berturut-turut,” katanya, Minggu (27/1).

Baca: Kans Luna Maya & Ariel NOAH Balikan Disinggung Sosok Ini, Juga Sebut Syahrini Nikahi Reino Barack?

Baca: Produksi Sambal Pecel dan Telang Asam Manis, Hasilkan Omzet Hingga Rp 10 Juta Perbulan

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Banjar, Boyke W Tristiyanto mengatakan, tugu pal 17 tidak masuk dalam pantauan penilaian Adipura atau bukan titik pantau Adipura. Dirinya membantah jika tugu pal 17 disebut terbengkalai.

Dia menjelaskan, taman tugu itu sebenarnya sedang dalam revitalisasi, tetapi pihaknya kekurangan dana dan pada Bulan Desember 2018 lalu baru habis kontraknya. Sedangkan untuk 2019 ini Belum disambung lagi dengan kontrak baru.

“Selanjutnya akan kami tunjuk kontraktor pelaksana baru, masih proses pengadaan. Kalau dana pada 2018 lalu seingat saya Rp125 juta, sedangkan di 2019 saya lupa,” katanya, Minggu (27/1).

Pada 2018 pelaksanaan dalam rangka pemeliharaan taman tugu Pal 17 yakni pembongkaran tanaman lama dikarenakan sudah tidak beraturan lagi bentuknya, penambahan timbunan di bagian dalam, pembersihan area dalam taman dan tugu, penanaman rumput baru.

Lebih lanjut, Boyke menjelaskan pihaknya sebenarnya mengharapkan bantuan dana dari perusahaan-perusahaan yang ada di sekitar tugu Pal 17 tersebut, bantuan bisa dalam bentuk CSR namun sampai sekarang masih belum terealisasi. Dinas DLH berharap bisa mendapatkan dana yang wajar untuk menangani kebersihan, taman dan lainnya.

Baca: LINK Live Streaming RCTI Persiwa vs Persib di Piala Indonesia 2018, Juga Link Jawapos TV & PSSI TV

Baca: Indonesia Masters 2019 - Final Terakhir, Liliyana Natsir Minta Suporter Getarkan Istora Senayan

Mengingat sudah sejak 2015 dana untuk kebersihan dan taman terus berkurang. Seingatnya, dana yang ada saat ini hanya cukup untuk biaya rutin seperti membayar upah petugas kebersihan, pembelian BBM untuk operasional armada angkutan sampah, sehingga belum bisa digunakan untuk memperbaiki taman.

Kepala Bidang Kebersihan Dinas LH Kabupaten Banjar, Riza Rusadi mengatakan, rencananya minggu ini akan mengerahkan petugas untuk membersihkan tugu Pal 17. Saat ini menjadi kendala pada awal bulan terkait anggaran pemeliharaan dan BBM armada untuk ke lokasi belum bisa diambil, namun pada minggu lalu sudah bisa diambil sehingga sudah bisa mendukung kegiatan minggu depan ke tugu Pal 17.

“Pemeliharaan biasanya kami jadwalkan 15 hari sekali dan pada 2019 semua taman ada pemeliraharaan,” tambahnya. (Banjarmasinpost.co.id/Hasby)

Penulis: Hasby
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved