Ekonomi dan Bisnis

PT Adaro Raih Perusahaan Penyumbang Devisa Terbanyak 2018, Ini Faktanya

PT Adaro Indonesia berhasil meraih penghargaan sebagai eksportir dengan penyumbang devisa terbanyak tahun 2018.

PT Adaro Raih Perusahaan Penyumbang Devisa Terbanyak 2018, Ini Faktanya
istimewa/PT Adaro Indonesia
Syukuran PT Adaro Indonesia 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - PT Adaro Indonesia berhasil meraih penghargaan sebagai eksportir dengan penyumbang devisa terbanyak tahun 2018.

Penganugerahan tersebut diberikan oleh Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean B Banjarmasin, pada Kamis (24/1/2019).

Kepala Seksi Fasilitas Kanwil Bea Cukai Kalbagsel, Marsanto Adi menerangkan penganugerahan penghargaan tersebut diberikan kepada stakeholder atas sumbangsihnya selama 2018.

"Jadi kami adakan beberapa nominasi di antaranya bagi eksportir yang memberikan sumbangsih dominan pada devisa negara selama 2018," kata dia.

Disebutkannya tolak ukur penganugerahan tersebut, dalam setahun terakhir ini merupakan perusahaan miliki kegiatan dan nilai devisa paling besar.

Baca: Ramalkan Syahrini & Reino Barack, Mbak You Sebut Luna Maya & Ariel Noah Susah, Karena Pevita Pearce?

Baca: Hasil Semifinal Indonesia Masters 2019 - Perang Saudara, Marcus/Kevin Vs Ahsan/Hendra di Final

Baca: Hasil Lengkap Seminal Indonesia Masters 2019 - 3 Wakil dan 1 Gelar, Ahsan/Hendra Vs Marcus/Kevin

"Devisa PT Adaro Indonesia selama 2018 sebesar Rp 2,4 miliar, itu paling besar dari lima perusahaan lainnya yang menjadi nominasi penilaian," terangnya.

Dibandingkan dengan perusahaan tambang lainnya, ia nilai Adaro miliki volume yang besar dan profesional.

"PT Adaro Indonesia ini dari segi logistik maupun barang mereka punya devisi sendiri, lebih profesional, dan segala lini mereka punya. Kalau ada kendala atau apa juga mereka cepat koordinasinya," tuturnya.

Soal evaluasi penerimaan devisa di 2018, menurutnya untuk di Banjarmasin kegiatan terbesar itu masih ekspor sumber daya alam.

"Jadi masih terlalu dominan batu bara itu dibanding non migas, padahal ada juga komoditas kayu lapis. Tapi dari segi wilayah sangat jauh dibanding sumber daya alam," bebernya.

Sedangkan target 2019 pihaknya soal penerimaan tetap yakin dapat memenuhi target.

"Meskipun belum didistribusikan jumlah angkanya, mungkin akhir Januari baru keluar tapi kami yakin bisa memenuhinya," tandasnya.

(Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Maulana)

Penulis: M Maulana
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved