B Focus Urban Life

Dari Ratusan Rumah Walet di Batola, Hanya Dua Pemilik yang Membayar Pajak 10 Persen

BADAN Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah Kabupaten Batola, ada rencana menggandeng kejaksaan terkait penerapan pajak 10 persen pajak walet

Dari Ratusan Rumah Walet di Batola, Hanya Dua Pemilik yang Membayar Pajak 10 Persen
BPost Cetak
Blitz edisi cetak Senin (28/1/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN - BADAN Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah Kabupaten Batola, ada rencana menggandeng kejaksaan terkait penerapan pajak 10 persen pajak walet dari 792 buah lokasi titik rumah walet di 17 kecamatan.

“Iya kita ada rencana menggandeng kejaksaan. Tapi ini masih rencana dan rencana ini masih akan didiskusikan lagi dengan di intern Pemkab Batola dulu” kata Ali Akbar, Kabid Retribusi dan Pajak Daerah Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah Kabupaten Batola.

Menurut Ali, dari 792 buah rumah walet baru 84 lokasi yang mengantongi izin dari Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Batola.

Saat ini, hanya dua pemilik yang membayar pajak sebesar 10 persen ke Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah Kabupaten Batola, yakni sebesar Rp 360 ribu per tahun.

Baca: Saingi Andika Kangen Band, Sule Lakukan Perawatan Wajah, Ayah Rizky Febian Habiskan Uang Segini

Baca: Bukan Sekadar Liburan, Maia Estianty dan Irwan Mussry Ternyata Lakukan Ini di Meksiko

Baca: Kekayaan Asisten Hotman Paris Hutapea Terungkap Saat Dikorek Raffi Ahmad dan Nagita Slavina

Baca: Daftar Pengorbanan Bripda Puput Agar Menikah dengan Ahok alias BTP, Tak Hanya Mundur dari Polisi

Baca: Mantan Raffi Ahmad, Yuni Shara Bicara Soal Sosok Jodohnya, Kakak Krisdayanti : Takutnya Backstreet

“Masih sangat kecil nilainya jika dibandingkan dengan jumlah lokasi rumah walet di Batola yang mencapai 742 lokasi,” katanya.

Saat ini, Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah mengalami kendala penagihan terhadap para pemilik sarang burung walet karena keterbatasan aparat.

“Nah, sementara objek pajak yang kita pungut ada sekitar 10 buah, termasuk walet ini,” katanya.

Ditambahkannya, potensi pajak dari sarang burung walet itu sebenarnya besar.

Tahun 2018 ini, target pajak dari sarang burung walet itu cuma Rp 360 ribu saja dan sudah terpenuhi.

Tahun depan, kemungkinan target pajak walet akan ditingkatkan.

“Kita akan berkoordinasi dan mengandeng aparat terkait terhadap penagihan pajak walet. Dasar penagihan perda walet itu Perda No 10 Tahun 2011 tentang pajak daerah pasal 47 tentang pajak burung walet,” katanya.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved