Tajuk

Kontes Durian, Lalu . . .?

DA dua event serupa tapi tak sama yang berlangsung pekan kemarin di Banua ini. Sama-sama kontes. Dan, keduanya juga sama-sama “bertemakan” durian.

Kontes Durian, Lalu . . .?
Dinas TPH Banjar untuk Banjarmasinpost.co.id
Gubernur Kalsel H Syahbirin Noor ceria memperlihatkan durian unggul lokal Banjar pada kontes durian di Danau Tamiyang, dua hari lalu. 

BANJARMASINPOST.CO.ID - ADA dua event serupa tapi tak sama yang berlangsung pekan kemarin di Banua ini. Sama-sama kontes. Dan, keduanya juga sama-sama “bertemakan” durian.

Durian memang bertebaran di provinsi ini. Mudah ditemui dan dinikmati. Dijual di mal, pinggir-pinggir jalan hingga di kebun makan di tempat.

Beragam varian, ukuran dan rasa ditawarkan. Semua menawarkan kenikmatan dan kenyamanan rasa. Ada satu hal yang membanggakan, yakni durian lokal atau asli Kalsel bisa dibilang mampu menjadi tuan rumah “perdurianan” di daerah ini. Menjadi raja di daerahnya sendiri. Tak kalah bahkan mengalahkan serbuan durian dari daerah lain bahkan luar negeri.

Selasa (22/1) digelar Kontes Durian dan Buah Eksotik oleh Pemkab Banjar di objek wisata Danau Tamiyang Desa Mandikapau, Karangintan. Selang dua hari kemudian, giliran Pemprov Kalsel yang menggelar acara serupa di Kiram Park, juga di Karangintan, Banjar.

Tujuan kedua kontes yang mendapat antuasiasme warga ini patut dihargai. Diharapkan, dengan gelaran-gelaran seperti itu, pembudidayaan durian lokal Kalsel menjadi jauh lebih baik. Durian asli Kalsel bisa lebih populer, yang ujung-ujungnya mampu meningkatkan kesejahteraan petani dan daerahnya.

Namun, perhatian pemerintah tentu diharapkan tidak berhenti pada suatu gelaran. Tetapi, juga terhadap proses pembudidayaan hingga distribusi ke pasar (konsumen). Harapan besarnya, durian lokal Kalsel yang sangat mungkin berjumlah ratusan varian ini, tidak sekadar menjadi raja di daerahnya. Akan tetapi mampu berekspansi hingga luar regional Kalimantan, provinsi-provinsi lain bahkan menjelajah hingga luar negeri.

Harus diakui, meskipun durian khas Kalsel terkenal dengan kenikmatan rasanya, namun belumlah terlalu dikenal di tingkat nasional. Bagi sebagian orang (penikmat durian), mereka lebih mengenal –dan menyukai—varian durian dari daerah lain di Kalimantan, seperti Kasongan, Kalteng. Atau, durian montong dari Jawa Tengah.

Memang bukan persoalan mudah untuk dapat lebih memopulerkan durian asli Kalsel ini ke tingkat nasional dan luar negeri. Perlu upaya keras dan komitmen bersama dari seluruh komponen masyarakat dan pemerintah. Seperti tagline Gubernur Kalsel, H Sahbirin Noor: semua harus bergerak!

Setidaknya dengan adanya perhatian dari pemerintah daerah (baik kabupaten, kota maupun provinsi), harapan itu akan menjadi nyata. Langkah baik dengan digelarnya kontes-kontes durian harus diikuti langkah-langkah positif selanjutnya.

Dan, satu hal yang perlu juga diperhatikan secara serius adalah perlunya perlindungan “merek” (hak paten) terhadap varian-varian durian asli Kalsel. Jangan sampai terulang, durian asal Indonesia justru menjadi ikon dan andalan ekspor negara tetangga, Thailand. (*)

Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved