Berita HSS

Loksado Masih Destinasi Wisata di Kalsel, Kunjungan WIsatawan Manca Negara Pun Meningkat

Objek Wisata Loksado, di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, masih menjadi destinasi wisata diKabupaten Hulu Sungai Selatan.

Loksado Masih Destinasi Wisata di Kalsel, Kunjungan WIsatawan Manca Negara Pun Meningkat
Pariwisata HSS untuk Banjarmasin Post.
Air terjun Haratai, salah satu air terjun di kawasan objek wisata alam Loksado, Hulu Sungai Selatan. FOTO : DInas Pemuda Olahraga dan 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN- Objek Wisata Loksado, di Kabupaten Hulu Sungai Selatan, masih menjadi destinasi wisata diKabupaten Hulu Sungai Selatan.

Indikasinya, tingkat kunjungan ke wisata alam Pegunungan Meratus tersebut terus meningkat. Berdasarkan data tingkat kunjungan di Dinas Pemuda, Olah Raga dan Pariwisata HSS, peningkatan pengunjung tersebut cukup signifikan.

Pada 2017, ada 243.305 wisatawan, terdiri 242.777 wisatawan nusantara, 528 wisatawan manca negara. Sedangkan ada 2018, ada 688 wisatawan manca negara dan 283.259wisatawan nusantara, sehingga totalnya menjadi 283.947 wisatwan.

Kepala Bidang Destinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Disporapar, Moh Zakir Maulidi, kepada banjarmasinpost.co.id, Senin (28/1/2018) menjelaskan, data tersebut dihitungberdasarkan jumlah kunjungan wisatawan dengan tiket dan non tiket.

Adapun destinasi yang dikunjungi berupa wisata alam, wisata buatan, wisata religi wisata sejarah dan wisata budaya. “Jadi selain loksado wisatawan juga mengunjungi objek wisata tersebut,” katanya.

Baca: Ahmad Dhani Ditahan, Begini Nasib Konser Band Dewa 19 di Malaysia yang Diungkap Once Mekel

Baca: Rekanan Orari Tanahlaut Tewas Tabrak Pohon Tumbang, Begini Kronologinya

Baca: Lokasi Pembangunan Bendungan Tapin Ada Rambu Larangan Masuk, Pengunjung Diminta Ini

Khusus di Loksado, selain bamboo rafting , juga ada air terjun Haratai, Rampah Menjangan, Air Panas Tanuhi, serta Balai Adat Malaris dimana budaya warga adat Dayak Loksado menarik minat wisatawan, khususnya manca negara.

“Untuk tahun 2019 ini, kami masih melakukan penataan infrastruktur pendukung. Alhamdulillah didukung Pemrov Kalsel untuk membangun dermaga bamboo rafting di Ni’ih, serta membangun jembatan menuju air terjun Kilat Api,” kata Zakir.

Dijelaskan, meningkatnya kunjungan wisatawan ke Loksado, juga karena adanya dukungan penginapan seperti ALam Roh Tujuh, Mount Meratus Resort, Wisama Loksado serta Adanya beberapa cottage yang dibangun di Tanuhi.

Meski demikian, diakui belum ada angkutan umum, maupun khusus yang melayani akses ke objek wisata unggulan Kalsel tersebut. Selama ini, wisatawan lokal kebanyakan menggunakan mobil pribadi atau sepeda motor.

Sedangkan wisatawan dari luar daerah maupun manca negara menggunakan jasa pihak lain seperti menyewa mobil, baik yang dikelola travel maupun pribadi.

Zakir mengatakan, Pemerintah kabupaten sangat mendukung jika ada warga HSS yang menyediakan jasa angkutan khusus untuk wisatawan yang berkunjung ke Loksado tersebut dengan membentuk usaha jasa angkutan.

“Sebenarnya ini peluang usaha. Pastinya segala perizinan bakal dipermudah pemerintah Kabupaten,” katanya.

Loksado berada di wilayah Pegunungan Meratus, dengan jarak sekitar 30 kilometer dari Kandangan, Ibu kota Kabupaten HSS. Objek wisata yang sudah dikenal luas di manca negara ini, merupakan kawasan wisata alam dan budaya masyarakat adat Dayak Bukit.

Sebelumnya, Pihak DInas Kehutaan Provinsi Kalsel saat bertemu dengan Bupati HSS H AChmad Fikry beberapa waktu lalu, berjanji bakal mensupport pengembangan Loksado.

Pemprov Kalsel, melalui Dinas tersebut berjanji, bakal banyak program yang dilaksanakan di Loksado, agar menjadi wisata alam terpadu unggulan Kalsel yang dikelola secara professional bersama pemerintah kabpaten. (banjarmasinpost.co.id/hanani)

Penulis: Hanani
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved