B Focus Urban Life

Petugas Pemungut Pajak Tak Berani Masuk Kandang Walet, karena ini yang Akan Terjadi

SALAH satu mantan peternak walet, Aliong, membeberkan harga panen walet saat ini stabil Rp 10 juta per kilogram.

Petugas Pemungut Pajak Tak Berani Masuk Kandang Walet, karena ini yang Akan Terjadi
BPost Cetak
Blitz edisi cetak Senin (28/1/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - SALAH satu mantan peternak walet, Aliong, membeberkan harga panen walet saat ini stabil Rp 10 juta per kilogram.

Dari sekitar 250 lokasi walet di Kota Banjarmasin diperkirakan hanya sekitar 30 persen aktif atau bisa panen walet.

“Kalau harga panen walet saat ini stabil Rp 10 juta per kilogram. Harga panen walet tergantung kelas atau kualitas walet itu sendiri,“ kata Aliong.

Diakuinya, hasil panen dari peternak walet akan dijual ke pengumpul dan dari pengumpul akan dipasarkan ke China.

Jadi hasil panen walet memang ekspor ke China.

Baca: Saingi Andika Kangen Band, Sule Lakukan Perawatan Wajah, Ayah Rizky Febian Habiskan Uang Segini

Baca: Bukan Sekadar Liburan, Maia Estianty dan Irwan Mussry Ternyata Lakukan Ini di Meksiko

Baca: Mantan Raffi Ahmad, Yuni Shara Bicara Soal Sosok Jodohnya, Kakak Krisdayanti : Takutnya Backstreet

Baca: Daftar Pengorbanan Bripda Puput Agar Menikah dengan Ahok alias BTP, Tak Hanya Mundur dari Polisi

Pemilihan lokasi juga menentukan berasil tidaknya beternak walet.

Lebih lanjut Aliong, menyatakan saat ini IMB walet di Banjarmasin tak diperbolehkan lagi sehingga warga yang banyak duit lari investasi walet ke daerah pinggiran seperti Batola.

Di Batola saat ini menjamur bangunan rumah walet.

“Usaha beternak walet sebagian besar sambilan dan bukan usaha utama. Orang punya duit nganggur, investasinya ke walet. Usaha walet tak bisa langsung dinikmati, namun 1 sampai tiga tahun kemudian baru bisa dinikmati hasilnya,” katanya.

Aliong melihat saat ini pemungutan pajak hasil panen sebesar Rp 10 persen tak maksimal.

Hampir rata-rata petugas pemungut pajak walet pasti tidak akan pernah tahu berapa hasil panen sebenarnya walet itu.

“Pemilik walet akan merahasiakan hasil panen waletnya. Petugas pemungut pajak pun sepertinya belum pernah masuk ke dalam rumah walet sehingga tidak pernah tahu berapa perkiraan panen walet” katanya.

Aliong menyatakan pemilik usaha walet pasti akan mengancam kalau petugas pemungut pajak masuk ke kandangan walet nanti burungnya akan lepas dan sarang walet akan rusak sehingga petugas pemungut pajak tak berani masuk kandang walet.

“Nah dari sini perlu ada seni komunikasi petugas pemungut pajak dengan pengusaha walet agar pajak yang dihasilkan maksimal. Petugas pemungut pajak selama ini juga kurang proaktif ke lapangan,” katanya.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved