Kriminalitas Kotabaru

Tipikor Polres Kotabaru, Serahkan ke Jaksa Berkas Tahap 1 Kasus Korupsi Dana Desa Tatah Mekar

Kepala Desa Tatah Mekar Kecamatan Tanjung Selayar Kabupaten Kotabaru, ABD nampaknya tak bisa bernafas lega.

Tipikor Polres Kotabaru, Serahkan ke Jaksa Berkas Tahap 1 Kasus Korupsi Dana Desa Tatah Mekar
banjarmasinpost.co.id/man hidayat
Kanit Tipikor Polres Kotabaru, saat melakukan pemeriksaan dan penyidikan di ruangannya. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Kepala Desa Tatah Mekar Kecamatan Tanjung Selayar Kabupaten Kotabaru, ABD nampaknya tak bisa bernafas lega. Pasalnya saat ini, statusnya sebagai tersangka kasus penggelepan dana desa.

ABD sendiri sudah ditetapkan sebagai tersangka pada 19 September 2018 lalu. Pihak penyidik dari Polres Kotabaru melalui unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) saat ini terus melengkapi berkas.

Bahkan beberapa hari lalu, unit Tipikor Polres Kotabaru sudah mengirimkan berkas tahap 1 ke Kejaksaan Negeri Kotabaru. Saat ini, proses kelengkapan lain menuju tahap 2 masih terus dilengkapi sebelum P21.

Sementara untuk tersangka sendiri, saat ini tidak ditahan. Tersangka juga dianggap koperatif dan mengakui apa yang telah diperbuatannya. Namun, apa yang telah dilakukannya itu harus dipertanggungjawabkan.

Kasat Reskrim Polres Kotabaru, melalui Kanit Tipikorya, Senin (28/1/19) Ipda Gede, mengatakan pelimpahan tahap 1 telah selesai. Kasus penggelapan dana desa yang menggelapkan dana desa yang bersumber dari APBN itu telah disalah gunakan.

Baca: Dua Hotel di Tanahbumbu Tinggal Puing, Dilumat Jago Merah di Tengah Hujan Mengguyur

Baca: Jadwal Siaran Langsung Liga Inggris Pekan 24 di RCTI, Man United vs Burnley, Liverpool vs Leicester

Akibatnya, sejumlah bangunan desa tak selesai karena sudah kehabisan dana. Padahal, pembangunan dan pengeluaran tak sebanding dengan bangunan yang ada. Setelah dislidiki, unit Tipikor menemukan kerugian Negara sekitar 100 juta.

Beberapa bangunan yang tak selesai di antaranya berupa penyediaan bibit usaha ternak, pembangunan kandang kelompok Sinar Sejahtera dan Saweri Gading, hingga peningkatan sekolah diniah.

"Jadi beberapa bangunan ini tak selesai karena uangnya sudah tidak ada lagi," kata Ipda Gede kepada Banjarmasinpost.

Selama penyidikan pun, akhirnya tersangj melakukan pengembalian uang saat penyidikan dan audit. Hanya saja, proses penyidikan sudah berlanjut dan proses pengembalian itu tidak berpengaruh karena proses hukum tetap berjalan dan tidak menghapus pidana yang sudah disangkakan.

"Dari informasi yang beredar dan pengakuan tersangka sendiri, ternyata terbelit hutang sehingga menggelapkan dana desa," katanya.

Menurutnya, tersangka juga mendapat julukan dari masyarakat setempat dengan sebutan Pembakal Gaul. Meski begitu, tersangka tidak ditahan, sebab pelaku juga terbilang koperatif saja.

Sementra pasal yang dikenakan adalah pasal 2, 3 dan 8 tentang penyalahgunaan kewenangan dan penggelapan. (Banjarmasinpost.co.id/man hidayat)

Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved