Berita HST

Aspandi Nyalakan Anti Nyamuk Non Stop, Akinat Satu Keluarga Kena DBD

Kasus DBD (Demam Berdarah Dengue) di Hulu Sungai Tengah Provinsi Kalimantan Selatan mencapai 68 kasus pada Januari 2019 ini.

Aspandi Nyalakan Anti Nyamuk Non Stop, Akinat Satu Keluarga Kena DBD
istock
Obat Nyamuk 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Kasus DBD (Demam Berdarah Dengue) di Hulu Sungai Tengah Provinsi Kalimantan Selatan mencapai 68 kasus pada Januari 2019 ini.

Kasus DBD ini juga menyerang cucu Kepala Desa Pengambauan Hilir Luar Kecamatan Haruyan Kabupaten Hulu Sungai Selatan, Aspandi.

Akibat DBD cucunya yang bernama M Rafa Rifaldi, harus dirawat di klinik terdekat rumahnya selama empat hari.

Tak ingin kasus DBD menyerang keluarganya lagi, ia bahkan menyalakan anti nyamuk bakar selama 24 jam non stop.

Menurutnya, hal itu dapat mengurangi gangguan nyamuk berbahaya termasuk nyamuk aedes aegypti. Dibeberkannya, di desanya tak kurang dari 10 orang terkena DBD. Apalagi, persoalan DBD di desanya bukan masalah baru.

DBD acap kali datang saat musim penghujan. Genangan air membuat jentik cepat berkembang biak sehingga nyamuk dengan leluasa menularkan penyakit DBD.

"Kalau hujan di sibi banjir. Itu ada Sungai Pengambauan, setiap kali musim hujan pasti meluap. Air menggenang. Untuk meminimalisir biasanya kami bergotong royong tapi itu pun tak rutin," jelasnya.

Bahkan, di Desa Pangambauan Hilir Dalam Kecamatan Haruyan terdapat kasus DBD yang menyerang satu keluarga. Kepala Desa Pengambauan Hilir Dalam, Zaleha, membeberkan kasus DBD ini sudah terjadi sejak Desember 2018 lalu. Bahkan, hingga sekarang sudah dua kali fogging di daerahnya.

"Setelah fogging terakhir tidak ada lagi kasus DBD. Tapi saya akui ini kasus DBD terbanyak sepanjang sejarah. Sebab, di desa kami tidak pernah ada serangan DBD seperti ini. Bahkan, ada beberapa yang satu keluarga kena DBD," jelasnya.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Salahuddin, membeberkan kasus DBD terbanyak pada Januari 2019 ini ditemukan di Kecamatan Haruyan. Totalnya ada 24 kasus DBD dari 68 kasus DBD se Hulu Sungai Tengah.

Sedangkan data DBD pada Tahun 2018, ada 186 kasus DBD. "Selain fogging kami ingin, masyarakat juga gencar melakukan gerakan masyarakat sehat," harapnya. (banjarmasinpost.co.id/wie)

Penulis: Eka Pertiwi
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved