Ekonomi dan Bisnis

Bea Cukai Kalbagsel Memperingati Hari Pabean Internasional ke-67

Upacara peringatan dilaksanakan pada Selasa (29/1/2019) dengan mengadakan apel khusus yang dipimpin Kepala Kantor Wilayah DJBC Kalimantan

Bea Cukai Kalbagsel Memperingati Hari Pabean Internasional ke-67
istimewa
Bea Cukai mengadakan peringatan hari pabean internasional ke-67 yang jatuh pada 26 Januari 2019. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Bea Cukai mengadakan peringatan hari pabean internasional ke-67 yang jatuh pada 26 Januari 2019.

Upacara peringatan dilaksanakan pada Selasa (29/1/2019) dengan mengadakan apel khusus yang dipimpin Kepala Kantor Wilayah DJBC Kalimantan bagian selatan, Wicaksono.

Hadir dalam acara tersebut seluruh Kepala Kantor Bea Cukai yang ada di wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.

Pada peringatan kali ini, Bea Cukai Indonesia yang merupakan anggota Organisasi Kepabeanan Dunia (World Customs Organization/WCO) mengambil tema SMART borders for seamless trade, Travel, and Transport dengan prinsip SMART yaitu Secure, Measurable, Automated, Risk Management Based, serta Technology driven.

Baca: Billy Syahputra Ungkap Kejadian di Balik Layar Setelah Adu Jotos dengan Pengacara Kriss Hatta

Baca: Syahrini dan Reino Barack Kian Terbuka, Lihat Komentar Mantan Pacar Luna Maya di Postingan Incess

Baca: Tarif Ovi Eks Duo Serigala Jika Ikut Prostitusi Artis Terungkap, Masih Kalah dari Vanessa Angel?

Baca: Ashanty Ngamuk Lalu Ingin Pindah dari Rumah Anang Hermansyah Usai Azriel Hermansyah Lakukan Ini

Baca: Perselingkuhan Luna Maya Terbongkar karena Atta Halilintar, Saat dengan Ariel NOAH / Reino Barack?

Dalam acara serupa di Kantor Pusat Bea Cukai, diselenggarakan peresmian system pengawasan lalu lintas barang maupun manusia antar negara dengan tajuk grand launching integrated system DJBC.

Dimana pada acara tersebut dilakukan sharing session dari kementerian lembaga yang terkait dengan system tersebut seperti Bank Indonesia, Imigrasi, dan PPATK.

Dalam sambutannya, Wicaksono mengungkapkan bahwa Bea Cukai dituntut untuk selalu melakukan percepatan dalam melakukan pengawasan dan pemberian layanan.

"Penanganan lintas batas dan kejahatan global harus ditindaklanjuti dengan sinergi kerjasama lintas sectoral, regional dan bahkan global," kata dia.

Disebutkan dia saat ini, bea cukai sedang mengembangkan aplikasi Passenger Risk Management (PRM) yang berisi tidak hanya data internal dari bea cukai namun juga dari data pihak lain seperti imigrasi, PPATK dan dukcapil.

"Terdapat tiga prioritas dalam penggunaan aplikasi PRM ini yaitu terkait penanggulangan kejahatan penyelundupan narkotika, yang kedua penanggulangan terorisme dan yang ketiga tindakan pencucian uang atau money laundering," sebutnya.

(Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Maulana)

Penulis: M Maulana
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved