Berita Kotabaru

Dua Tersangka Korupsi Pengadaan Mesin di BPBD Kotabaru Dilimpahkan ke Kejaksaan Kotabaru

Dua Tersangka Korupsi Pengadaan Mesin di BPBD Kotabaru Dilimpahkan ke Kejaksaan Kotabaru

Dua Tersangka Korupsi Pengadaan Mesin di BPBD Kotabaru Dilimpahkan ke Kejaksaan Kotabaru
banjarmasin post group/ man hidayat
Kanit Tipikor Polres Kotabaru saat berada di ruangannya dan berkoordinasi dengan penyidik 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KOTABARU - Sebanyak dua orang telah ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi pengadaan mesin di kantor BPBD Kotabaru.

Dua tersangka tersebut ditetapkan sebagai tersangka oleh Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polres Kotabaru sejak Januari 2018 lalu. Kini, berkasnya telah lengkap dan akhirnya dilimpahkan ke Kejaksaan Kotabaru.

Pasalnya, penyidikan terhadap dua orang tersangka tersebut sudah selesai. Sehingga tahap P21 telah lengkap dan diserahkan ke Kejaksaan Kotabaru.

Kedua tersangka adalah Kodratullah yang saat itu menjabat sebagai Bendara di BPBD Kotabaru dan Mukhlis sebagai pelaksana (kontraktor).

Baca: Pengakuan Mengejutkan Luna Maya ke Atta Halilintar Usai Kabar Pernikahan Syahrini & Reino Barack

Baca: 5 Fakta Kakak Beradik Disambar Petir dan Meninggal Dunia Saat Main Ponsel di Kota Banjarbaru

Baca: Sosok Ini Bocorkan Jadwal & Lokasi Pernikahan Syahrini dan mantan kekasih Luna Maya, Reino Barack

Baca: Suami Mulan Jameela, Ahmad Dhani Tetap Pede Bisa Jadi Caleg, Tim Prabowo Sandi Tegaskan Ini

Kasus korupsi pengadaan alat mesin di BPBD pada 2016 lalu sudah tahap 2. Berkasnya sudah lengkap semua dan kami serahkan pada Senin 21 Januari kemarin," kata Kanit Tipikor Polres Kotanaru, Ipda Gede kepada Banjarmasinpost, Selasa (29/1/19).

Ipda Gede menjelaskan, korupsi yang dilakukan telah merugikan negera kurang lebih Rp 400 juta. Diketahui, dua pelaku telah melakukam tindakan korupsi di pengadaan 8 unit alat mesin untuk operasional Pemadam Kebakaran Kotabaru.

"Untuk berkas dan tahanan sudah diterima JPU dari kejaksaan Negeri Kotabaru, yakni Armein Ramadhan," katanya.
Ipda Gede juga menyebutkan, masih ada tambahan tersangka. Pasalnya, saat ini masih ada kekurangan berkas sehingga pihak kejaksaan belum bisa menerima berkasnya dan harus dilengkapi. "Ada satu tersangka lagi, tapi berkasnya masih kurang, diminta melengkapi lagi," katanya.

(banjarmasinpost.co.id/man hidayat)

Penulis: Man Hidayat
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved