Berita Kalteng

NEWSVIDEO : 357 Eksemplar Tabloid Indonesia Barokah Disita Polda Kalteng

Sebanyak 357 eksemplar tabloid Indonesia Barokah disita petugas Ditresrimum Polda Kalteng saat dikirim dari Jakarta ke Palangkaraya via Kantor Pos.

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Sebanyak 357 eksemplar tabloid Indonesia Barokah disita petugas Ditresrimum Polda Kalteng saat dikirim dari Jakarta ke Palangkaraya menggunakan jasa Kantor Pos dan Giro , Selasa (29/1/2019).

Tabloid kontroversial yang peredarannya diprotes salah satu pasangan Calon Presiden yang akan bertarung dalam Pilpres April 2019 mendatang ini, diamankam polisi Polda Kalteng karena diduga ingin memprovokasi pemilih di Kalimantan Tengah.

Kepala Bidang Humas Polda Kalteng, AKBP Hendra Rochmawan, Selasa (29/1/2019) mengatakan, barang tersebut dikorim dalam sebanyak 119 ampul atau bundel yang masing-masing ampul berisi tiga eksemplar sehingga jumlah kaseluruhan mencapai 357 eksemplar.

"Rencananya, semua eksemplar tabloid tersebut akan disebarkan ke sejumlah masjid yang ada di Barito Utara dan Kapuas, dikirim dari Jakarta Selatan yang juga tidak jelas alamat lengkapnya atau fiktif," ujarnya.

Baca: Ketua Bawaslu Kapuas Kerahkan Panwascam Antisipasi Peredaran Tabloid Indonesia Barokah

Baca: Gubernur Kalsel H Sahbirin Bangga Sang Istri Lulus Cumlaude, Panggil Acil Odah Saat Yudisium

Baca: Kebencian Ibu Irish Bella pada Ammar Zoni Terungkap, Sampai Tak Mau Jumpa Mantan Ranty Maria Itu

Dikatakan, media tersebut diamankan dan belum diedarkan, karena diduga berisi provokasi menjelang Pilpres dan Pileg , apalagi di Jakarta tabloid tersebut dilaporkan mendeskreditkan salah satu pasangan capres.

Ketua Bawaslu Kalteng, Satriadi, mengatakan, pihaknya akan berkoordinasi dengan Polisi dan Dewan Pers untuk kelanjutan penyitaan tabloid tersebut dan melarangnya beredar di Kalteng serta melakukan konsultasi dengan dewan pers.

"Kasus ini sudah nasional sehingga ketika tabloid ini masuk ke Kalteng, kami tahan, karena isinya sama saja dengan yang beredar secara nasional dan ini akan kami rundingkan dengan dewan pers apakah ini benar produk jurnalistik dan layak edar atau tidak," ujarnya.(banjarmasinpost.co.id /Faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Elpianur Achmad
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved