Kriminalitas Tanahbumbu

NEWSVIDEO : Pelaku Penculikan Murid SD di Tanah Bumbu Ternyata Sempat Mencabuli Korban

Iwan Romansyah (26) berjalan dengan kaki terpingkal saat digiring anggota reserse dan kriminal (Reskrim) menuju ruang tahanan Polres Tanahbumbu.

BANJARMASINPOST.CO.ID,BATULICIN - Iwan Romansyah (26) berjalan dengan kaki terpingkal saat digiring anggota reserse dan kriminal (Reskrim) menuju ruang tahanan Kepolisian Resort (Polres) Tanahmbumbu, Selasa (29/1/2019).

Iwan yang diketahui tersangka penculikan anak sekolah dasar (SD) yang terjadi di desa Satui Timur, Kecamatan Satui, Kabupaten Tanahbumbu beberapa waktu lalu.

Tampak terlihat meringis, sesekali menahan rasa sakit akibat dua butir proyektil yang sempat bersarang di kedua betisnya pascapenangkapan oleh anggota reskrim gabungan Polres Tanbu, Polsek Satui dan personel Polda Kalsel.

Sekadar diketahui, bersamaan dengan penggiringan tersangka digelar konferensi pers dipimpin langsung Kabag Ops Kompol Doli M Tanjung Sik didampingi Kasat Reskrim AKP Alfian Tri Permadi Sik.

Konferensi pers digelar di depan kantor Polres Tanahbambu, yang diawali penyampaian oleh Kabag Ops Kompol Doli M Tanjung Sik, memberikan apresiasi kepada jajaran khususnya reskrim Polres Tanahbumbu dan Polsek Satui.

Baca: Jembatan Sekumpul Ujung dan Bincau Akan Dilebarkan 7 Meter dengan Dana Rp 10 Miliar

Baca: Soal Paspor Haji, Kepala Kemenag Tapin Datangkan Imigrasi Sebagai Narasumber

Baca: Di depan Gubernur, Shaleh Minta Ketua Pengadilan Tinggi Agama Baru Tuntaskan Pembangunan Gedung

Selain berhasil dengan cepat mengungkap dan menangkap pelaku penculikan anak yang sempat menghebohkan. Doli juga memberikan apsirasi kepada anggota reskrim yang dengan cepat menggulung jaringan pelaku pencurian kendaraan bermotor (Curanmor).

Sementara itu Kasat Reskrim AKP Alfian Tri Permadi Sik mengungkapkan, perkembangan penyidikan tersangka pelaku penculikan anak.

Seperti diketahui tersangka, Iwan Romansyah adalah yang masih tetangga dengan korban, dengan motif penculikan tidak hanya meminta uang Rp 30 sampai Rp 50 juta.

Namun motif lain membuat tersangka nekad melakukan penculikann, karena himpitan ekonomi.

"Keseharian tersangka (Iwan) kebanyakannya menganggur. Dan, berdasar informasi kesehariannya lebih banyak diam," jelas Alfian kepada awak media.

Halaman
12
Penulis: Herliansyah
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved