Kriminalitas HSS

Tersangka Sabu Sempat Kritis Setelah Ditangkap Satnarkoba, Polres HSS Ungkap Tujuh Kasus Narkoba

Polres Hulu Sungai Selatan mengungkap tujuh kasus narkoba sejak 1 Januari hingga 25 Januari 2019.

Tersangka Sabu Sempat Kritis Setelah Ditangkap Satnarkoba, Polres HSS Ungkap Tujuh Kasus Narkoba
banjarmasinpost.co.id/hanani
Kepala Satres Narkoba Polres Hulu Sungai Selatan AKP Eddy Yulianto saat memberikan keterangan pers terkait pengungkapan kasus narkoba selama JAnuari 2019, Selasa (29/1/2019). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN - Polres Hulu Sungai Selatan mengungkap tujuh kasus narkoba sejak 1 Januari hingga 25 Januari 2019.

Dari Tujuh kasus tersebut, semua tersangkanya warga HSS yang ditangkap di empat kecamatan, yaitu Kandangan, Angkinang, Padang Batung, dan Loksado.

Empat di antara tersangka tersebut diduga menyalahgunakan narkotika jenis sabu, tiga lainnya obat Seledryl.

Kapolres HSS, AKBP Deddy Eka Jaya, melalui Kasatres Narkoba AKP Eddy Yulianto, pada press rilis di Aula MApolres HSS, Rabu (29/1/2019) menyatakan hanya bisa menghadirkan enam dari tujuh tersangka, yaitu Taufik Rahman (26), Herwan Murgito (34), Zulfahrial Ipansyah (18), Aklianor (32), M Yasin Fadilah (24) serta M Khairul Fakhri (25).

“Sedangkan satu tersangka lagi, Muliadi (28) sedang sakit parah, akibat mengalami stroke pasca penangkapan,”jelas Edi didampingi Kasub Bag Humas, Polres HSS, Iptu Gandi.

Baca: Maia Estianty: Be Strong Sayang, I Love You So Much, Tanggapi Postingan Dul Usai Vonis Ahmad Dhani

Baca: Bawaslu Kalsel Identifikasi Pengiriman Tabloid Indonesia Barokah Ditujukan ke Masjid dan Pesantren

Baca: Perselingkuhan Luna Maya Terbongkar karena Atta Halilintar, Saat dengan Ariel NOAH / Reino Barack?

Baca: Bondan Prakoso Dikabarkan Meninggal Dunia Gara-gara Ini, Video & Lirik Lagu RIP by Fade 2 Black

Baca: Ashanty Ngamuk Lalu Ingin Pindah dari Rumah Anang Hermansyah Usai Azriel Hermansyah Lakukan Ini

Disebutkan, Muliadi adalah seorang petani di Desa Malinau Kecamatan Loksado.

Tersangka sebelum ditangkap di rumahnya memang sudah sakit-sakitan.

“Begitu, ditangkap dia langsung sakit dan kami serahkan ke pihak keluarga untuk dirawat. Tersangka ditangka 15 Januari 2019 pukul 20.30 Wita, sempat dirawat di Puskesmas dan sempat koma dibawa ke rumah sakit karena stroke. Karena alasan tersebut, kami tak mungkin melakukan penahanan karena berisiko. Sekarang dia masih dalam pengobatan rawat jalan di rumahnya,” kata Eddy.

Tersangka Muliadi sendiri dijerat pasal 196 UU RI Nomor 36 Tentang Kesehatan.

Dia tertangkap anggota Polsek Loksado dengan barang bukti 549 butir obat jenis seledry dan uang Rp 497.000 yang diduga hasil penjualan obat tersebut.

Pasal yang sama dikenakan terhadap Taufik Rahman, yang ketahuan memiliki 48 buir seledryl yang diduga untuk disalahgunakan.

Halaman
12
Penulis: Hanani
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved