Dampak Mahalnya Tiket

Tiga Jadwal Penerbangan Dibatalkan, Angkasa Pura Sebut Tak Berhubungan dengan Mahalnya Tiket

Informasi didapat di Bandara Syamsudin Noor, ada tiga jadwal penerbangan dibatalkan akibat kuota penumpangnya kurang, Jumat (25/1) lalu.

Tiga Jadwal Penerbangan Dibatalkan, Angkasa Pura Sebut Tak Berhubungan dengan Mahalnya Tiket
BPost Cetak
BPost edisi cetak Selasa (29/1/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Informasi didapat di Bandara Syamsudin Noor, ada tiga jadwal penerbangan dibatalkan akibat kuota penumpangnya kurang, Jumat (25/1) lalu.

Menurut Manager Operasi Angkasa Pura 1 Syamsudin Noor, Rully Artha, penurunan tersebut tidak ada sangkut pautnya dengan mahalnya harga tiket yang dijual oleh masakapai.

"Di Januari ini sebenarnya adalah low season. Penurunan itu tidak ada sangkut pautnya dengan harga tiket yang dijual oleh masakapai," ujarnya.

Menurut Rully, tidak ada faktor lain selain low season yang menyebabkan angka penurunan.

"Soal bagasi berbayar yang diterapkan oleh maskapai juga tidak mempengaruhi," ujarnya.

Baca: Minum Air dari Kulit Durian, Kepercayaan Lama yang Masih Dipercaya Ampuh

Baca: Nasib Konser Dewa 19 di Malaysia Setelah Ahmad Dhani Divonis 1,5 Tahun Diungkap Ari Lasso

Baca: Ayu Ting Ting Disebut Didi Riyadi Saat Jawab Soal Rencana Pernikahannya, Sempat Ingin Ganti Nama

Baca: Masa Lalu Sebenarnya Kriss Hatta & Hilda Vitria Dibongkar Sahabat, Bantah Kekasih Billy Syahputra

Rully menjelaskan, low season adalah musim liburan yang sepi pengunjung.

"Biasanya low season di bulan Januari-Februari. Di Banjarmasin tidak terlalu memperingati natal dan tahun baru, termasuk di perayaan Imlek. Di Imlek pun tidak ada tren naik. Kalau di bandara lain itu ada trend naik. Sekarang kondisi 8.000-9.000-an itu adalah hal masih wajar," ujarnya.

General Manager Lion Air Banjarmasin, Agung Purnama, membenarkan penumpang sepi bukan karena penerapan bagasi berbayar.

“Terlalu dini melihat efek dari penghapusan bagasi gratis. Kebijakan itu baru dijalankan beberapa hari. Jika ingin melihat pengaruhnya bisa dilihat tiga bulan ke depan. Sebab, saat ini penumpang yang berangkat kebanyakan membeli tiket sebelum 22 Januari. Jadi, masih mendapatkan bagasi gratis," ungkapnya.

Menurut Agung, penumpang sepi lantaran saat ini memasuki periode low season pascanatal dan tahun baru.

Di mana permintaan untuk berpergian ke suatu tempat rendah.

"Setiap tahun memang trennya seperti ini, jadi bukan karena penerapan bagasi berbayar," ucapnya.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved