Berita Banjarbaru

Banyak PKL Kota Banjarbaru Berjualan di Bahu Jalan, Pedagang Merasa Tak Menyalahi Aturan

Pedagang Kaki Lima (PKL) di sejumlah titik kawasan Kelurahan Sungai Ulin Kota Banjarbaru disinyalir banyak yang melanggar aturan.

Banyak PKL Kota Banjarbaru Berjualan di Bahu Jalan, Pedagang Merasa Tak Menyalahi Aturan
banjarmasinpost.co.id/aprianto
Satpol PP Kota Banjarbaru menertibkan pedagang yang berjualan sembarangan tempat. 

BANJARMASIN POST.CO.ID, BANJARBARU - Pedagang Kaki Lima (PKL) di sejumlah titik kawasan Kelurahan Sungai Ulin Kota Banjarbaru disinyalir banyak yang melanggar aturan.

Para pedagang melakukan aktivitas menjual barang dagangan hingga di atas bahu jalan. Bahkan, ada pedagang yang nekad membuat bangunan semi permanen.

Termasuk para pedagang buah musiman yang menjual buah di kawasan Sungai Ulin yang terkadang membuat pembeli parkir sembarang hingga menyebabkan jalur lalu lintas terganggu.

Sebagain besar para pedagang mengaku kurang mengetahui aturan yang berlaku sehingga tetap rutin melakukan aktivitas jual beli.

"Kita sudah lama jualan buah di sini. Tidak terus menerus juga jualannya. Musiman, tergantung buahnya," kata seorang penjual buah, Rabu, (30/1).

Baca: Daftar Artis yang Dilarang Deddy Corbuzier Datang ke Hitam Putih, Ivan Gunawan Hingga Ayu Ting Ting

Baca: Live RCTI! Live Streaming Liverpool vs Leicester City, Ini Cara Nonton Siaran Langsung Liga Inggris

Baca: Reaksi Vanessa Angel Sebelum Ditahan Polda Jatim, Diperiksa Jadi Tersangka Kasus Prostitusi Online


Pria yang mengaku Anang ini menuturkan bahwa dirinya dan rekan-rekannya yang menjual buah-buahan tidak merasa menyalahi aturan.

"Kurang mengerti juga. Katanya jualan di bahu jalan melanggar aturan. Sempat kemarin diberitahu oleh satpol PP. Mau bagaimana lagi, kita usaha untuk anak isteri," terangnya.

Satpol PP Kota Banjarbaru menertibkan pedagang yang berjualan sembarangan tempat.
Satpol PP Kota Banjarbaru menertibkan pedagang yang berjualan sembarangan tempat. (banjarmasinpost.co.id/aprianto)


Kepala Dinas Perdagangan Kota Banjarbaru Abdul Basid mengatakan pihaknya akan mencari solusi terkait dengan adanya PKL yang jualan di bahu jalan.

"Sebagian besar PKL yang ada di daerah Sungai Ulin adalah PKL musiman. Khususnya saat musim buah, sebagain besar PKL berjualan di bahu jalan dan di atas drainase," katanya, Rabu, (30/1).

Secara umum kendala yang dihadapi terkait masalah PKL disebutkannya karena keterbatasan lahan atau lokasi.

"Kita tidak memiliki lahan untuk memindahkan mereka. Solusinya sekarang mencari lahan masyarakat yang belum dimanfaatkan. Untuk dikerjasamakan atau disewakan kepada para PKL. Sehingga mereka tidak berjualan lagi di kawasan fasilitas umum," terangnya.

Selain itu, pihaknya melalui Bidang PKL bersama Satpol PP dan Lurah Sungai Ulin udah melalukan pendataan dan merapatkan untuk mencari alternatif tempat berjulan bagi para PKL.

Satpol PP Kota Banjarbaru menertibkan pedagang yang berjualan sembarangan tempat.
Satpol PP Kota Banjarbaru menertibkan pedagang yang berjualan sembarangan tempat. (banjarmasinpost.co.id/aprianto)


Sementara itu, sehari sebelumnya Satpol PP Kota Banjarbaru melalui Bidang penertiban umum dan Tranmas Seksi Opsdal Melaksanakan Kegiatan Gabungan Bersama Dinas Perdagangan Kota Banjarbaru.

Mereka melakukan pemantauan terhadap warung yang menyalahi aturan di sejumlah titik di kawasan Kota Banjarbaru.

Kepala Satpol PP Marhain Rahman melalui PPNS Seksi Opsdal Yanto Hidayat mengatakan ada ditemukan 15 warung yang menyalahi aturan.
"Selain itu juga ada ditemukan 27 pedagang buah musiman yang berjualan di bahu jalan," katanya.

Mereka melanggar Perda No 6 tahun 2014 tentang ketertiban umum dan ketentraman masyarakat.

Sejauh ini dikatakannya bahwa para pedagang masih diberikan teguran dan himbauan agar tidak melakukan aktivitas di bahu jalan karena melanggar aturan.(banjarmasinpost.co.id/Rian)

Penulis: Aprianto
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved