Berita Hulu Sungai Tengah

Kumpulkan Perguruan Kuntau di Hulu Sungai Tengah Ini, Tak Ingin Seni Bela Diri Dianggap Sepele

Untuk melestarikan dan mengembangkan seni bela diri tradisional, perguruan Kuntau di Hulu Sungai Tengah membentuk Komunitas Persaudaraan Kuntau (Kompa

Kumpulkan Perguruan Kuntau di Hulu Sungai Tengah Ini, Tak Ingin Seni Bela Diri Dianggap Sepele
Maruswian untuk BanjarmasinPost.co.id
Perguruan Kuntau di Hulu Sungai Tengah membentuk Komunitas Persaudaraan Kuntau (Kompak) HST. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Untuk melestarikan dan mengembangkan seni bela diri tradisional, perguruan Kuntau di Hulu Sungai Tengah membentuk Komunitas Persaudaraan Kuntau (Kompak) HST.

Tercatat ada 15 Perguruan Kuntau tersebut yakni Perguruan Bangkui Barabai, Naga Saliwah Barabai, Hasyim Harimau Sambar Antang Ilung, Cancang Lima Saliwah Waki, Teratai Putih Ayuang, Biawak Hirang Ilung, Sinding Durian Gantang, Singa Raja Barikin, Jasa Datu Haruyan, Kucing Hitam Pancar Sukur Ayuang, Subu Jassan Barabai, Macam Kalimah, dan Sasangga Banua.

Pembina Kompak, Masruswian, menghendaki jika kuntau tak sebatas mengisi di acara perkawinan saja. Namun, lebih berkembang lagi. Ia juga menghendaki jika kuntau bisa masuk mewakili Kalimantan Selatan untuk olahraga tradisonal.

Perkupulan kuntau ini terjadi pasca atraksi bersama 27 Desember 2018 lalu. Sebab, selama ini belum ada komunitas yang mewadahi perguruan kuntau.

Baca: Daftar Artis yang Dilarang Deddy Corbuzier Datang ke Hitam Putih, Ivan Gunawan Hingga Ayu Ting Ting

Baca: Punya Banyak Usaha Bersama Nagita Slavina, Gaji Raffi Ahmad Per Bulan Diungkap Andre Taulany

Baca: 9 Titik di Kota Barabai Hulu Sungai Tengah Bakal Dipasang Polisi Tidur, Perhatikan Lokasinya

Selama vakum dari kutau atau tak terkumpul komunias, selama ini masing-masing perguruan tidak saling mengenal. "Selama ini perguruan perguruan kuntau jalan masing-masing paling untuk mengisi acara hiburan penganten," ujarnya.

Setelah adanya kompak, saat ini sudah ada 15 perguruan yang tergabung, yang diperkirakan anggotanya atau pemain kuntau berjumlah ribuan. Ia berharap pekan olahraga rekreasi masyarakat tingkat provinsi, HST bisa ikut bagian pada event tersebut.

"Komunitas ini masih proses legalitas ke notaris. Saat ini kuntau sudh mulai mengisi penampilan pada hari minggu pagi di CFD bersama lapak seni Dwk Warna, Barabai," bebernya.

Ketua Kompak, Abdul Manan, mengatakan bahwa selama ini seni bela diri Kuntau tradisional sangat menurun popolaritasnya khususnya di HST.

Mengapa dinamanakan Komunitas Persaudaraan, lebih lanjut mengatakan, dalam istilah panguntauan sesama pemain Kuntau walaupun berbeda perguruan dan aliran dari nenek moyang sampai sekarang adalah badadangsanakan (bersaudara, red). Sehingga, pihaknya tetap melestarikan istilah persaudaraan sampai saat ini.

“Setiap perguruan punya bunga (jurus, red) dengan karakter yang berbeda. Kedepannya kami akan menciptakan satu gerakan bunga pembuka yang didalamnya memuat unsur seluruh perguruan yang tergabung. Sehingga, bermakna walaupun berbeda perguruan namun tetap satu yaitu sama-sama ingin melestarikan seni beladiri tradisional," jelasnya. (banjarmasinpost.co.id/wie)

Penulis: Eka Pertiwi
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved