Berita HSS

NEWSVIDEO : Pegawai Rumah Tahanan Negara Kelas II B Kandangan Jalani Tes Urine

Pemeriksaan dilakukan di halaman Rutan tersebut bekerjasama dengan Badan Narkotika Nasional Kabupaten HSS.

BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN - Pemeriksaan urine dilaksanakan Rumah Tahanan Negara Kelas II B Kandangan, Hulu Sungai Selatan terhadap seluruh pegawainya, termasuk Kepala Rutan, Rabu (30/1/2019).

Pemeriksaan dilakukan di halaman Rutan tersebut bekerjasama dengan Badan Narkotika Nasional Kabupaten HSS.

Sedangkan tempat pengambilan sampel urin dilakukan di mobil khusus milik BNNK HSS yang dilengkapi toilet.

Pantauan banjarmasinpost.co.id, satu persatu pegawai Rutan Kandangan tersebut diminta masuk ke mobil tes urin, selanjutnya menyerahkan hasilnya kepada petugas pemeriksa, yang pemeriksanya juga dilakukan di ruang khusus pemeriksaan di mobil tersebut.

Kepala Rutan Kandangan, Jeremi Leonta, yang dikonfirmasi terkait kegiatan tersebut menjelaskan, ada total 52 pegawai di Rutan Kandangan, dua di antaranya tak bisa mengikuti, karena sakit.

Baca: Perlakuan Ammar Zoni pada Irish Bella Saat Sakit dan Diinfus, Kata-kata Mantan Ranty Maria Disorot

"Satunya masih dirawat di ruah sakit, satu lagi BKO ke Banjarbaru, "kaa Jeremi. Disebutkan, pemeriksaan urin terhadap seluruh pegawai, termasuk dia sendiri sebagai pimpinan, merupakan bagian dari komitmen bersama di lembaga Kemenkum HAM, untuk memberantas narkoba termasuk di Rutan, yang dimulai dari internal pegawai Rutan.

"Ada tiga kominten bersama dari kami, yaitu fakta integritas, kontrak kerja, dan satuan kinerja pegawai. Memberantas narkoba, bagian dari komitmen bersama,"katanya.

Jeremi menyatakan, jika setelah pemeriksaan ditemukan ada pegawai positif menggunakan narkoba, terlebih dahulu dilakukan upaya pembinaan, hingga sanksi pemecatan jika tak bisa dibina.

Sementara, terkait upaya pencegahan peredaran narkoba di Rutan Kandangan, dilakukan dengan memperkertat pintu masuk utama tamu di penjagaan. Tiap tamu yang hendak menemui warga binaan, harus rela badan dan barang bawaannya digeledah, karena sampai sekarang pihak Rutan belum dilengkapi X -tray.

"Sampai kaos kaki pun harus dibuka, jika ada yang pakai kaos kaki, karena pemeriksaan harus detil, termasuk barang milik pengunjung,"katanya. Menurut Jeremi, selama dia bertugas, sekitar lima bulan di HSS, belum ditemkan upaya memasukkan narkoba, ke Rutan.

"Yang ada indikasi percobaan memasukkan minuman keras , tapi keburu ketahuan penjaga, sehingga berhasil dicegah,"katanya.

Baca: Satgas Anti Mafia Bola Geledah Dua Kantor PSSI, Cari Dokuman Ini, Usut Kasus Pengaturan Skor

Rumah Tahanan Kandangan terletak di Jalan Antasari berdempetan dengan Kantor DPRD HSS dan Terminal. Kondisi Rutan HSS diaku saat ini sangat over kapasitas.

Ruangan berkapasitas 92 orang, untuk saat ini diisi 225 orang warga binaan. Adapun warga binaan terbanyak, adalah terpidana kasus pidana umum, selanjutnya kasus narkoba dan tindak pidana korupsi.

Sementara terkait tes urin pegawai Rutan itu dari pihak BNNK HSS, menyatakan Kamis besok sudah diserahkan ke pihak Rutan. Kepala BNNK HSS menjelaskan, tingkat penyalahgunan narkoba di HSS selama 2018 berdasarkan indikator rehabilitasi sedikit menurun dibanding 2017 lalu.

Adapun jenis narkoba yang sering disalahgunakan, sabu, obat keras daftar G serta lem fox yang sering digunakan anak-anak. Program pencegahan pun dilakukan BNNK melalui penyuluhan tiap p minggu ke sekolah-sekolah, kalangan masyarakat serta warga binaan di Rutan Barabai.(banjarmasinpost.co.id /hanani)

Penulis: Hanani
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved