Berita Tabalong

Para Petani Terpaksa Sedot Air untuk Sirami Tanaman, Berharap Dam Masingai II Diperdalam

Petani biasanya menggunakan mesin penyedot air untuk menyiram tanaman pertanian seperti cabai, timun, bawang dan aneka sayuran lainnya.

Para Petani Terpaksa Sedot Air untuk Sirami Tanaman, Berharap Dam Masingai II Diperdalam
banjarmasinpost.co.id/reni kurniawati
Warga bersantai di pinggiran Dam Masingai II, Kecamatan Upau, Tabalong. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, TANJUNG - Warga Desa Masingai 2 Kecamatan Upau sebagian bekerja sebagai petani, berbagai macam tanaman holtikultura dapat ditemukan di lahan pertanian yang letaknya tak jauh dari pemukiman warga.

Pemerintah Daerah Tabalong membantu membangunkan Cek Dam untuk manampung air tadah hujan. Embung ini dimanfaatkan warga untuk mengairi dan menyirami lahan pertanian sekitar.

Petani biasanya menggunakan mesin penyedot air untuk menyiram tanaman pertanian seperti cabai, timun, bawang dan aneka sayuran lainnya.

Sumardi salah satu petani mengatakan dirinya biasa menyirami tanaman dengan cara menyedot air menggunakan mesin air. Penggunaan mesin air ini memerlukan bahan bakar solar yang dalam satu hari penyiraman bisa menghabiskan hingga lima liter solar.

Baca: RESMI! Vanessa Angel Ditahan Terkait Kasus Prostitusi Online Artis Mulai Hari Ini, sang Ayah Pasrah

"Menyiram tidak setiap hari, hanya saat awal penanaman dilakukan lebih sering, kami berharap Dam bisa diperdalam sehingga bisaenampung lebih dalam," ujarnya.

Terpisah Anggota Kelompok Tani Adma Borneo Desa Masingai 2, Beni mengatakan pembangunan cek dam berdasarkan usulan kelompok tani yang beranggotakan 13 petani.

"Dari pemerintah juga memberikan bantuan lain seperti pupuk, bibit sayuran dan alat pertanian," ujarnya.

Dam yang baru saja dibangun oleh Dinas PUPR berukuran 80 x 40 merer dengan kedalaman dua meter. Dengan penggunaan anggaran 2018 sebesar Rp 380 juta.

Kepala Dinas PUPR H M Noor Rifani mengatakan di Kecamatan Upau juga ada membangun pintu air di Desa Mamas yang juga bertujuan meningkatkan kualitas pertanian.

Baca: Perlakuan Ammar Zoni ke Irish Bella Saat Sakit dan Diinfus, Kata-kata Mantan Ranty Maria Itu Disorot

Pada tahun 2018 Dinas PUPR juga menjalankan program peningkatan kualitas jalan di Kecamatan Upau dengan anggaran Rp 2.5 miliar sepanjang 2 kilometer. Perbaikan pembenahan irigasi dan pintu air. Dan pada 2019 rencananya pembangunan Dam juga akan dilanjutkan diharapkan bisa menambah untuk sektor perikanan.

"Kami juga akan memberikan bantuan pengadaan air bersih dengan pembangunan sarana distribusi air," ujarnya. (banjarmasinpost.co.id/nia)

Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved