Berita Banjar

Program Serasi di Banjar Terancam Gagal, Ini Penyebabnya

Tingginya intensitas curah hujan sejak dua pekan terakhir memunculkan persoalan pelik di lokasi Program Serasi (Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani)

Program Serasi di Banjar Terancam Gagal, Ini Penyebabnya
Dok Dinas TPH Banjar Untuk BPost Group
Inilah penampakan pertumbuhan vegetatif padi unggul pada kegiatan tanam (tabur) perdana pengujung Desember lalu di lokasi Serasi di Rei 3 Desa Tajaulandung 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Tingginya intensitas curah hujan sejak dua pekan terakhir memunculkan persoalan pelik di lokasi Program Serasi (Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani) di Desa Tajaulandung, Kecamatan Sungaitabuk, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan (Kalsel).

Hal ini menyusul meningginya genangan air di persawahan setempat.

Ketinggian genangan masih cukup dalam, puluhan sentimeter. Kondisi itu tentu menyulitkan penanaman benih padi unggul. Apalagi pada Program Serasi penanaman dilakukan secara tabela (tanam benih langsung) dengan cara penaburan sehingga mempersyaratkan permukaan sawah macak-macak (lembab) tanpa genangan.

Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Banjar memang telah menyiagakan 21 unit mesin pompa air di lokasi Serasi sejak Desember 2018 lalu guna menyukseskan program dari Kementerian Pertanian tersebut. Petugas Penyuluh Pertanian (PPL) bersama para petani berjibaku menyedot genangan air di sawah.

Upaya tersebut sempat berhasil ketika intensitas curah hujan belum terlalu tinggi hingga setidaknya mampu mengeringkan area seluas beberapa hektare di kawasan Rei 3. Penaburan benih unggul pun langsung dilakukan.

Baca: Respons Kubu Jokowi-Maruf Amin Saat Jan Ethes Disebut Alat Politik Presiden Jokowi di Pilpres 2019

Baca: Said Aqil Siradj Ajak Seluruh Pengurus PBNU Doakan Presiden Joko Widodo Menangi Pilpres 2019

Namun setelah itu curah hujan meninggi hingga lokasi Serasi di area lainnya kebanjiran. Kerja keras penyedotan menggunakan sejumlah mesin pompa air pun tak cukup efektif karena hujan kembali turun dan turun lagi. Sementara itu, pertumbuhan benih yang ditabur sekitar pengujung Desember lalu pun tak optimal, tinggi tanaman padi tidak merata.

Melihat cuaca yang masih tak menentu saat ini, kalangan petani di lokasi Program Serasi pun gundah. Sebagian dari mereka mulai ragu untuk menanam padi unggul, apalagi tak lama lagi tiba musim tanam padi lokal.

"Sekitar Maret/April nanti sudah masuk musim tanam padi tahun (lokal). Kalau baru sekarang tanam unggulnya, pasti tabrakan dengan waktu tanam padi tahun. Kalau menunda jadwal tanam padi tahun, itu tak mungkin karena saat ini kami sudah menyiapkan bibitnya," ucap beberapa petani setempat.

Mereka mengatakan jika jadwal penaman padi lokal diundur, dampaknya bibit yang disiapkan akan menjadi terlalu tua sehingga tak produktif lagi. "Yang pas itu sebetulnya jadwal penanaman padi unggulnya yang diundur setelah padi tahun panen nanti. Saat itu kan sawah juga tak banjir lagi, pas untuk menabur benih unggul," cetus petani lainnya.

Namun ada juga yang optimistis. "Kalau lahan Serasi yang di Rei 3 sudah lumayan bisa diatur airnya karena ada terus yang siaga di sana untuk menguras air dan pembuatan tanggul dan pemasangan gorong-gorongnya sudah selesai. Mudah-mudahan bisa segera dilanjutkan penaburan benih unggul di area lainnya," ucap Sopian, petani sekaligus ketua RT 4 Tajaulandung.

Namun diakuinya tingginya curah hujan saat ini menyulitkan realisasi tabela karena umumnya hamparan persawahan tergenang. Pemunduran jadwal tanam padi lokal juga dinyatakanya tak mungkin dilakukan karena bibit telah disiapkan petani.

"Kalau menurut saya solusinya agar semua bisa jalan, caranya membagi lahan. Sebagian ditanami padi lokal, sebagiannya lagi ditanami padi unggul. Toh, semuanya bertujuan baik yakni meningkatkan produksi padi," sebutnya.

Penjabat sementara (Pj) Kepala Desa Tajaulandung Imansyah mengakui saat ini hamparan sawah di lokasi Program Serasi masih cukup dalam. "Itulah yang membuat para petani ragu untuk menanam padi unggul. Mereka khawatir panenannya nanti tidak bagus jika nekat menanam padi unggul dalam kondisi curah hujan tinggi begini," ucapnya.

Melihat kondisi alam yang kurang bersahabat saat ini, Imansyah mengatakan dirinya tak berani ngotot meminta petani menanam padi unggul. "Saya kembalikan kepada mereka saja. Memang kemarin saat pertemuan, mereka inginnya penanaman padi unggul yang diundur setelah padi lokal panen," sebutnya.

(banjarmasinpost.co.id/ idda royani)

Penulis: Idda Royani
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved