Berita Batola

Tim Inspektorat Periksa Penggunaan Dana Desa 195 Desa di Batola, Ini Tujuannya

Inspektorat Kabupaten Batola, menurunkan empat tim untuk memeriksa penggunaan dana desa di 195 desa di kabupaten setempat.

Tim Inspektorat Periksa Penggunaan Dana Desa 195 Desa di Batola, Ini Tujuannya
Istimewa
dana desa 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARABAHAN - Inspektorat Kabupaten Batola, menurunkan empat tim untuk memeriksa penggunaan dana desa di 195 desa di kabupaten setempat.

Tim inspektoriat blusukan ke 195 desa untuk memastikan dana desa digunakan secara benar.

“Iya empat tim inspektoriat telah turun ke desa sejak sejak awal Januari silam. Mudah-mudahan tak sampai 15 hari pemeriksaaan dari inspektoriat ini selesai. Desa yang kami kunjungi, termasuk Desa Belandean. Ini masih terus di lapangan,” kata Plt Kepala Inspektoriat Kabupaten Batola, HM Anthoni, Rabu (30/1).

Menurut Anthoni, satu tim pemeriksa penggunaan dana desa itu, terdiri delapan sampai sembilan
orang. Ada beberapa desa yang sudah diperiksa penggunaan dana desanya, seperti Desa Jejangkit, Kecamatan Jejangkit.

Dijelaskan Antoni, pemeriksaan yang dilakukan inspektoriat itu meliputi pemeriksaan adminitrasi dan pemeriksaan fisik. Dalam pemeriksaan ini ada juga yang bersifat pembinaan. Jika ada yang kurang secara adminitrasi dan fisik sepanjang masih bisa diperbaiki, maka desa segera diminta untuk membenahi.

Baca: 7 Poin Penting Surat Edaran Disdik Banjarmasin Agar Sekolah Waspada Bahaya Penculikan Anak

Baca: Antisipasi Penculikan Anak di Banjarmasin, Saat Pulang Sekolah Orangtua Diberitahu via Whatsapp

Baca: BREAKING NEWS- SMPN 6 Banjarmasin Dilempari Bom Molotov, Penjaga Kantin Lakukan Aksi Heroik

“Sebaliknya, jika temuan pengunaan dana desa ini tak bisa dibenahi lagi, maka inspektoriat tak segan-segan akan melimpahkan ke aparat penegak hukum,” katanya.

Lebih lanjut Anthoni, menjelaskan semua hasil pemeriksaaan dari inspektoriat untuk penggunakan dana desa di 195 desa di Kabupaten Batola nantinya akan dikumpulkan dan dieskpose secara intern di inspektoriat sampai ada rekomendasi akhir.

“Rekomendasi akhir ke aparat penegak hukum jika ada temuan yang tak bisa dibenahi adalah langkah terakhir. Tentu selama pemeriksaan, tim inspektoriat akan melakukan cros cek antara pekerjaan fisik dan nonfisik dari dana desa,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Batola, Dahlan, menegaskan tahun lalu dana desa untuk 17 kecamatan di kabupaten setempat itu sebesar Rp 132 miliar dan 2019 ini dana desa untuk 195 desa di Kabupaten Batola naik sekitar Rp 19 miliar.

Penambahan dana desa ini akan berdampak pada pembagian dan perhitungan dana desa di Kabupaten Batola.

Halaman
12
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved