Berita Banjarmasin

Antrean Elpiji Melon Masih Sering Mengular, Begini Saran Komisi II DPRD Provinsi Kalsel

Mengularnya antrean pembelian gas Elpiji 3 kilogram sudah menjadi pemandangan musiman yang sering terjadi berkali kali sepanjang tahun di Kalimantan

Antrean Elpiji Melon Masih Sering Mengular, Begini Saran Komisi II DPRD Provinsi Kalsel
banjarmasinpost.co.id/acm
Elpiji 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Mengularnya antrean pembelian gas Elpiji 3 kilogram sudah menjadi pemandangan musiman yang sering terjadi berkali kali sepanjang tahun di Kalimantan Selatan (Kalsel).

Kerterbatasan stok termasuk akibat gangguan pengiriman Elpiji dari Pulau Jawa ke Kalsel karena cuaca ekstrim juga sering menjadi penyebabnya dan berujung meroketnya harga Elpiji tabung melon di tingkat pengecer.

Tak jarang masyarakat terpaksa membayar dua bahkan tiga kali lipat dibanding harga gas Elpiji tabung melon di tingkat pangkalan.

Harga Elpiji melon masih dijual Rp 35 ribu di beberapa pengecer di Banjarmasin seperti di Jalan HKSN dan Jalan Belitung, Jumat (1/2/2019).

Mengatasi keadaan tersebut, Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kalsel, Suwardi Sarlan mengimbau stakeholder dalam hal Pemerintah dan Pertamina untuk segera menyalurkan gas Elpiji 3 kilogram non subsidi ke Kalsel.

Baca: Musibah Lain Mulan Jameela Setelah Ahmad Dhani di Penjara, Mantan Duet Maia Estianty Panjatkan Doa

Baca: Fakta Nita Thalia, Operasi Plastik Rp 1 Miliar Malah Lumpuh Wajah, Kecewa 19 Tahun Jadi Istri Kedua

Baca: Wanita Aceh Ini Menikah 100 Kali, 99 Suaminya Tewas di Malam Pertama, Ganasnya Racun Sang Nenek!

Baca: Setelah Via Vallen, Jerinx SID Serang Anang Hermansyah, Ashanty Marah-Marah di Instagram

Baca: Makan Siang Mewah di Los Angeles, Maia Estianty Pakai Kemeja Menerawang Seharga Rp 10 Juta, Cantik!

Walaupun dengan harga sekitar Rp 40 ribu pertabung, Suwardi menilai Elpiji 3 kilogram non subsidi bisa menjadi alternatif dan penetralisir banyaknya antrean Elpiji 3 kilogram di berbagai daerah di Kalsel.

"Kami mengimbau Pemerintah dan Pertamina. Ini menetralisir pasar jadi orang bisa memilih," kata Suwardi.

Dengan demikian juga bisa membiasakan masyarakat yang sebenarnya tidak berhak gunakan Elpiji bersubsidi beralih ke Elpiji non subsidi.

Hal tersebut menurutnya dikombinasikan dengan perubahan sistem penyaluran Elpiji 3 kilogram bersubsidi menjadi tertutup didukung data yang valid diharapkan bisa bantu menyelesaikan masalah antrean Elpiji yang sering terjadi.

Selain itu, alternatif adanya Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) untuk berperan ikut menjadi penyalur juga dinilai menjadi opsi yang masuk akal.

Halaman
12
Penulis: Achmad Maudhody
Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved