Pilpres 2019

Kisah Mahfud MD Soal Megawati, Prabowo dan Jusuf Kalla Mau Mundur dari Calon di Pilpres 2009

Kisah Mahfud MD Soal Megawati, Prabowo dan Jusuf Kalla Mau Mundur dari Calon di Pilpres 2009

Kisah Mahfud MD Soal Megawati, Prabowo dan Jusuf Kalla Mau Mundur dari Calon di Pilpres 2009
Tribunnews/Dany Permana
Prabowo Subianto dan Mahfud MD 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Mahfud MD mengungkap kisah pada Pilpres 2009. Saat itu Mahfud yang menjabat Ketua MK menghadapi momen rencana dua dari tiga pasangan calon yang hendak mengundurkan diri dari Pilpres saat H-4 menjelang pencoblosan.

Mahfud MD menyebut kala itu ada tiga pasangan calon yang berkontestasi yakni Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)-Boediono, Jusuf Kalla-Wiranto, dan Megawati Soekarnoputri-Prabowo Subianto.

"Wiranto dan Jusuf Kalla bersama Bu Mega dan Pak Prabowo, datang ke PP Muhammadiyah tengah malam. Mau Walk Out. Tidak ikut pemilu. Padahal pemilu kurang 4 hari. Itu Senin (mereka datang), pencoblosannya Kamis," kenang Mahfud saat menjadi pembicara dalam bedah buku di Universitas Paramadina, Jumat (1/2/2019).

Protes yang dilayangkan Megawati-Prabowo dan Jusuf Kalla-Wiranto disebabkan oleh carut marutnya persoalan Daftar Pemilih Tetap (DPT), sebab banyak pemilih yang tak terdaftar.

Baca: Balasan Menohok Sri Mulyani saat Disebut Prabowo Subianto Menteri Pencetak Utang Jelang Pilpres 2019

Baca: Resmi! KPK Tetapkan Bupati Kotim Supian Hadi Sebagai Tersangka, Ini Penjelasan Laode M Syarif

Baca: Jelang Imlek 2019, Daftar Kuliner Khas Imlek yang Diyakini Buat Enteng Jodoh & Simbol Rejeki

Saat itu, kata Mahfud, sempat terjadi kebingungan di antara sejumlah lembaga negara sebab belum ada undang-undang yang mengatur apakah pasangan calon yang tersisa otomatis akan menjadi pemenang jika yang lainnya mengundurkan diri.

Hal itu, kata Mahfud, berpotensi memunculkan kekacauan terhadap konstitusi karena bagaimanapun juga masa jabatan Presiden dan Wakil Presiden harus segera berakhir.

"Padahal tidak ada yang mengatur kalau yang dua mundur boleh atau tidak? Sekarang kan tidak boleh. Kalau dua mundur Ini yang 1 langsung jadi atau tidak? Kalau tidak langsung jadi diproses dari awal terjadi kekacauan agenda konstitusi. Karena Presiden harus habis masa jabatannya," tutur Mahfud.

Akhirnya, melalui gugatan yang dilayangkan Refly Harun kala itu, MK memutuskan setiap warga negara yang memiliki KTP dan paspor berhak mencoblos meskipun tak terdaftar di DPT.

Mahfud MD
Mahfud MD (tribun solo)

Saat itu, lanjut Mahfud, MK memandang warga negara yang tak terdaftar di DPT namun memliki KTP dan paspor berhak mencoblos lantaran hak politik seseorang tak boleh hilang hanya karena persoalan administratif.

Pilpres pun tetap berlangsung setelah Megawati-Prabowo dan Jusuf Kalla-Wiranto tak jadi mengundurkan diri.

"Hari itu MK memutuskan seluruh warga negara yang punya KTP dan punya paspor tetapi tidak ada di DPT, abaikan DPT itu Anda datang ke TPS. Reda. Anda coba bayangkan betapa akan terjadi perang yang mungkin sangat panas kalau udah 4 hari calon hanya muncul 1 dari 3," sambung Mahfud.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Cerita Mahfud MD Saat Megawati dan Kalla Hendak "Walk Out" dari Pilpres 2009"

Editor: Rendy Nicko
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved