Berita Banjarbaru

KPU Banjarbaru Bakal Gelar Rapat Pleno Terkait Kasus Caleg Partai Golkar

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Banjarbaru masih menunggu putusan Inchart atau putusan tetap terkait dengan dugaan pelangaran

KPU Banjarbaru Bakal Gelar Rapat Pleno Terkait Kasus Caleg Partai Golkar
HO/KPU Banjarbaru
Ketua KPU Banjarbaru Hegar Wahyu Hidayat saat pengukuhan Relawan Demokrasi Pemilu 2019 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARBARU - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Banjarbaru masih menunggu putusan Inchart atau putusan tetap terkait dengan dugaan pelangaran Pemilu Legislatif (Pileg) 2018 dari caleg Partai Golkar yang ada di Kota Banjarbaru.

Sejauh ini KPU Kota Banjarbaru masih belum menerima salinan putusan terkait dengan masalah yang diterima oleh satu di antara Kader partai berlambang beringin itu.

"Kami masih menunggu putusan Inchart dari kasus itu. Setelah ada putusan tetap maka kami akan segera mengambil sikap," kata Ketua KPU Banjarbaru Hegar Wahyu Hidayat, Jumat, (1/2).

Pihaknya bersama dengan komisioner lainnya akan melakukan rapat pleno untuk memutuskan terkait dengan kasus yang dialami oleh caleg dari partai Golkar di Kota Banjarbaru itu.

Baca: Setelah Via Vallen, Jerinx SID Serang Anang Hermansyah, Ashanty Marah-Marah di Instagram

Baca: Pernikahan Ahok (BTP) dan Puput Nastiti Devi Bakal Kandas karena Sifat, Ini Penerawangan Mbak You

Baca: Diramal Cerai Tahun Ini, Hotman Paris Ramal Rumah Tangga Nagita Slavina dan Raffi Ahmad Seperti Ini

Disinggung soal apakah caleg yang bersangkutan bisa dicoret dari daftar sebagai caleg dari Partai Golkar, Egar masih belum bisa berspekulasi.

"Kita masih menunggu dan masih belum bisa memastikannya," tambahnya singkat.

Sebelum ada putusan Inchart atau putusan tetap, maka yang bersangkutan masih tetap Caleg dan tidak dicoret.

Sampai sejauh itu, Caleg Golkar yang bermasalah di Daerah Pemilihan satu yang meliputi wilayah Kecamatan Banjarbaru Utara dan Selatan masih sebagai caleg Golkar.

Ketua Bawaslu Kota Banjarbaru, Dahtiar mengatakan bahwa kasus dari satu di antara caleg dari partai Golkar itu sudah putus.

"Kita masih menunggu incrahnya. Kita tunggu dalam satu Minggu ke depan ini," katanya.

Terkait dengan proses selanjutnya, disebutkannya bahwa untuk proses selanjutnya setelah incraht maka kewenangan di KPU Kota Banjarbaru.

Sekadar diketahui, dugaan pelangaran pileg 2019 dilakukan oleh caleg Golkar, Rizali Hadi berserta oknum Kepala Sekolah Dasar (SD) Negeri Guntung Manggis 2, Banjarbaru.

Dua terdakwa kasus tindak pidana pemilu dinyatakan bersalah oleh majelis hakim dan divonis hukuman masing-masing tiga bulan penjara dan denda Rp 2 juta di Pengadilan Negeri Banjarbaru.

Kasus ini terjadi pada Akhir Oktober 2018, Rizali Hadi selaku caleg DPRD Kota Banjarbaru menyerahkan kurang lebih 200 lembar kalender akademik yang memuat foto dan ajakan untuk mencoblos dirinya.

Kalender akademik tersebut dibungkus dalam karung warna putih dan dibagikan di komplek perumahan sekitar dan di sekolahan oknum Kepala Sekolah Dasar (SD) Negeri Guntung Manggis 2, Banjarbaru.

Hal ini pun menjadi perhatian orang tua siswa, yang merasa bahwa Kalender tersebut bukan kalender pendidikan semestinya.

Kalender ini lebih mengarah kepada pemilun nanti untuk memilih caleg yang bersangkutan bukan Kalender akademik pendidikan Kota Banjarbaru Tahun 2018/2019 (banjarmasinpost.co.id/yn)

Penulis: Aprianto
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved