Kriminalitas Tapin

Kronologi & Cara Pencuri Sapi di Tapin Diungkap Polisi, Ternyata Pelakunya Residivis Kambuhan

Kronologi & Cara Pencuri Sapi di Tapin Diungkap Polisi, Ternyata Pelakunya Residivis Kambuhan

Kronologi & Cara Pencuri Sapi di Tapin Diungkap Polisi, Ternyata Pelakunya Residivis Kambuhan
banjarmasin post group/ mukhtar wahid
Kasatreskrim Polres Tapin, AKP Andi Setiawan berikan penjelasan soal persetubuhan yang dilakukan MAH (51), Jumat (1/2/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Kronologi & Cara Pencuri Sapi di Tapin Diungkap Polisi, Ternyata Pelakunya Residivis Kambuhan

Didik Purwanto (30) pelaku tindak pidana pencurian ternak sapi merupakan residivis kambuhan. Dua kali menjalani hidup di penjara dalam kasus pencurian kendaraan bermotor dan ternak jenis unggas.

Warga Desa Kambang Habang Baru, Kecamatan Salam Babaris, Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan ini tak jera melakukan aksi pencurian.

Didik mengaku seorang diri mengevakuasi seekor sapi betina usia tiga tahun dari kandang ternak milik korbannya, Sudarno (50) di Jalan Durian Bangah Desa Hatungun, Kecamatan Hatungun, Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan.

Memilih waktu dini hari sekitar pukul 01.00 Wita, korban mengincar sasaran kandang ternak korban, setelah memastikan milik ternak tertidur pulas.

Ternak sapi incaran ditarik menuju dataran tinggi yang di bawahnya sudah menunggu satu unit truk bak kayu sebagai sarana angkutan barang hasil curian.

Begitu ternak sapi masuk bak truk, pelaku kabur secepatnya membawa ke pasar hewan melintasi wilayah hukum Polres Tapin menuju Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) untuk dijual seharga Rp 6 juta.

Beruntung, hanya perlu waktu satu pekan saja, kasus pencurian ternak hewan sapi itu berhasil diungkap tim gabungan Polres Tapin dan Polres HST berdasarkan informasi masyarakat dan penyelidikan polisi.

Jamilah (24) anak perempuan korban yang pertama mengetahui ternak sapi milik ayahnya lenyap dari sebelumnya empat ekor tersisa hanya tiga ekor, Senin (21/1/2019) lalu, sekitar pukul 01.00 Wita.

Saat itu, Jamilah terjaga dari tidurnya begitu mendengar suara gaduh di sekitar kandang ternak sapi milik ayahnya.

Jamilah membangunkan ayah dan adiknya, Edy untuk mencari kemana satu ekor ternak sapi hilang. Berdasarkan bekas jejak kaki ternak sapinya hilang bersamaan bekas roda mobil jenis truk.

Langkah pencarian diupayakan korban bersama tetangganya, melihat mobil truk bak kayu warna kuning berhenti di Jalan Houling pertambangan batu bara. Namun, saat di dekati mobil truk itu melaju di kegelapan malam.

Kasatreskrim Polres Tapin, AKP Andi Setiawan menjelaskan pengungkapan kasus pencurian itu setelah polisi menemukan mobil truk yang diduga sebagai sarana angkutan barang hasil curian parkir di Lokpaikat, Kabupaten Tapin.

Terungkap kalau pelaku yang mencuri dan menjualnya ke pasar hewan di Kabupaten HST. Polisi berhasil membawa barang bukti seekor sapi dari warga di Desa Maringit, Kecamatan Batang Alai Utara, Kabupaten HST.

"Untuk pembeli ternak sapi tidak dikenakan pasal 480 KUHP karena tidak mengetahui kalau ternak sapi yang dijual pelaku merupakan barang hasil mencuri. Pembeli juga baru pertama kali membeli ternak tersebut dari pelaku," kata AKP Andi Setiawan. (banjarmasinpost.co.id/ mukhtar wahid)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved