Kriminalitas Tapin

Kronologi Persetubuhan yang Dilakukan Sopir Dumptruk ke Gadis 14 Tahun, Ini Penjelasan Polres Tapin

Kronologi Persetubuhan yang Dilakukan Sopir Dumptruk ke Gadis 14 Tahun, Ini Penjelasan Polres Tapin

Kronologi Persetubuhan yang Dilakukan Sopir Dumptruk ke Gadis 14 Tahun, Ini Penjelasan Polres Tapin
banjarmasin post group/ mukhtar wahid
Kasatreskrim Polres Tapin, AKP Andi Setiawan berikan penjelasan soal persetubuhan yang dilakukan MAH (51), Jumat (1/2/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, RANTAU - Kronologi Persetubuhan yang Dilakukan Sopir Dumptruk ke Gadis 14 Tahun, Ini Penjelasan Polres Tapin

Mah (51) dengan kepala tertunduk mengaku khilaf menyetubuhi korban gadis Ris (14) saat ditanyai wartawan di Mapolres Tapin, Jumat (1/2/2019).

Anehnya, kehilafan warga Desa Mangkupum Kecamatan Muara Uya, Kabupaten Tabalong itu lebih dari satu kali.

Padahal antara korban dan pelaku masih punya hubungan kerabat. Justru korban bersedia ikut pelaku bekerja ke Tabalong karena merasa aman dan terlindungi.

Kasatreskrim Polres Tapin, AKP Andi Setiawan menjelaskan pengungkapan kasus itu karena keresahan orangtua korban.

Awalnya pelaku menjanjikan pekerjaan kepada korban. Pelaku mendatangi korban di Desa Banua Padang, Kecamatan Bungur, Kabupaten Tapin, Provinsi Kalimantan Selatan, pada 19 Januari 2019 sekitar pukul 19.00 Wita.

Baca: Viral Pernikahan Anak di Bawah Umur di Halong, Ini Alasan Kedua Orangtua Pengantin

Baca: Penjelasan Pemkab Balangan Sikapi Pernikahan Anak di Bawah Umur di Halong yang Viral di Medsos

Saat itu pelaku meminta korban bersedia menjaga warung miliknya di wilayah Kabupaten Tabalong dengan iming-iming gaji berlipat ganda dibanding bekerja di Kabupaten Tapin.

Besoknya, pada 20 Januari 2019, korban dijemput pelaku untuk berangkat ke Kabupaten Tabalong menaiki angkutan umum jenis colt diesel.

Setibanya di Kabupaten Tabalong, korban diinapkan pelaku yang beristri satu dengan empat anak itu di satu penginapan di Mabuun Kecamatan Tanjung Kabupaten Tabalong.

Bukannya dipekerjakan ketika tiba di Tanjung, Kabupaten Tabalong. Korban justru diajak mengangkut batu bara di wilayah Kabupaten Tanah Grogot.

Petaka dialami korban saat pelaku yang merupakan supir dumptruk, justru memaksa korban agar melepaskan pakaian dan celana korban.

Baca: SEDANG BERLANGSUNG Live Streaming INews TV Bali United vs Blitar United Piala Indonesia, Jawapos TV!

Di dalam kabin mobil truk itulah pelaku bebas melakukan aksinya pada 22 Januari 2019 sekitar pukul 22.00 Wita.

Selama di Kabupaten Tabalong, korban disewakan rumah oleh pelaku, dibikin mabuk minuman keras oleh pelaku dan dipaksa melayani nafsu bejat pelaku.

Korban berhasil dibebaskan dari nafsu birahi pelaku, setelah jajaran Polsek Bungur dan Buser Satreskrim Polres Tapin bersama orangtua korban bertolak ke Tabalong pada 28 Januari 2019 dan melakukan penangkapan terhadap pelaku.

"Pelaku dijerat Undang-Undang tentang Perlindungan Anak. Kasus korban ditangani Unit PPA Satreskrim Polres Tapin termasuk mengembalikan kepercayaan diri korban karena trauma," ujar AKP Andi Setiawan. (banjarmasinpost.co.id/mukhtar wahid)

Penulis: Mukhtar Wahid
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved