Berita Banjarmasin

Penjelasan Ketua MKKS Kalsel dan Penegasan PPDB Online SMA di Kalsel Tak Lagi Gunakan SKTM

Penjelasan Ketua MKKS Kalsel dan Penegasan PPDB Online SMA di Kalsel Tak Lagi Gunakan SKTM

Penjelasan Ketua MKKS Kalsel dan Penegasan PPDB Online SMA di Kalsel Tak Lagi Gunakan SKTM
Banjarmasinpost.co.id/Edi Nugroho
Ilustrasi PPDB Online di Banjarmasin 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Keberadaan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) yang sempat dijadikan syarat masuk untuk sekolah ke jejang SMA sederajat kini di 2019 tidak dibolehkan. Hal tersebut ditegaskan lagi oleh Ketua MKKS SMA Kalsel, Tumiran.

"Ya karena melihat kejadian di sekolah sekolah di luar jawa, banyak yang dimanipulasi datanya sehingga kami tidak memberlakukan SKTM untuk PPDB Online," kata Tumiran.

Selain soal SKTM, juga ada penegasan soal domisili orangtua yang mana bertempat tinggal di kawasan sekolahan itu sudah sejak setahun. "Kalau tahun kemarin kan masih ada yang pindah itu alamat siswanya. nah tahun ini orangtuanya yang harus pindah dan pindahnya sudah sejak setahun," kata dia.

Menurut Tumiran, itu dilakukan untujk mencegah manipulasi perpidahan domisili karena hanya mau menyekolahkan ke SMA yang dianggap baik menurut keluarganya.

"Padahal sekarang SMA mana saja sama dan tergantung siswanya sendiri jika mau berprestasi," kata Tumiran.

Baca: Tersenggol dari LIDA 2019, Pedangdut Duta Kalsel Ini Minta Maaf

Terkait kuota dan sistem jarak tidak jauh beda dari tahun sebelumnya. "Kuota jumlah rombongan belajar kali dua. Dan Jarak itu ada ketentuannya," kata dia.

Dijelaskannya, nilai jarak dari dalam PPDB online SMA ini akan mempunyai perhitungan. Yakni jarak dari rumah ke sekolah 0-500 meter akan mendapatkan poin 120.

Jaak dari rumah ke sekolah 501-1.000meter akan mendapatkan poin 100. Jarak dari rumah ke sekolah 1001- 1500 meter akan mendapatkan poin 80. Lalu, jarak dari rumah ke sekolah 1.501-2000 meter akan mendapatkan poin 60

Jarak dari rumah ke sekolah 2001-2.500 meter akan mendapatkan poin 40, jarak dari rumah ke sekolah lebih dari 2.500 meter akan mendapatkan poin 20.

"Jika pendaftar dari luar kota, maka akan mendapatkan poin nol. Nah, untuk digaris bawahi, nilai jarak tak akan mempengaruh bagi pemilik SMA swasta. Nilai jarak sangat penting untuk pemilih SMA Negeri," tegas Tumiran.

Baca: Penampakan Baim Wong Jadi Perempuan Gara-gara Paula, Sahabat Raffi Ahmad-Nagita Slavina Cantik?

Dijelaskan Tumiran PPDB tersebut akan digelar sekitar Mei-Juni 2019 nanti.

Tumiran mencontohkan daya tampung salah satu SMA Negeri, yakni SMAN Negeri 1 Banjarmasin sebanyak 256 siswa, SMA Kopri Banjarmasin 128 siswa, SMA Negeri 11 Banjarmasin sebanyak 224 siswa.
Sebanyak 25 SMA negeri dan swasta di Kota Banjarmasin, akan menggelar penerimaan peserta didik baru (PPBD) online zonasi.

Sementara itu, Kepala Disdik Kalsel, Hm Yusuf Effendi menjelaskan bahwa untuk PPDB akan dikoordinasi oleh MKKS SMA SMK.

(banjarmasinpost.co.id/ nurholis huda)

Penulis: Nurholis Huda
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved