Berita Kalteng

Buaya Mentaya Kembali Serang Nelayan, Tangan Julhaidir Putus Disambar Buaya

Buaya muara Sungai Mentaya, Sampit, Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah kembali menyerang warga Bumi Habaring Hurung.

Buaya Mentaya Kembali Serang Nelayan, Tangan Julhaidir Putus Disambar Buaya
faturahman
Pulau Hanaut, Kecamatan Hanaut, Kotawaringin Timur, Kalteng ini, banyak dihuni buaya muara yang ganas. Diperkirakan ada ratusan buaya menghuni pulau ini. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, SAMPIT - Buaya muara Sungai Mentaya, Sampit, Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah kembali menyerang warga Bumi Habaring Hurung.

Kali ini, tangan Julhaidir yang jadi korban keganasan Sungai Mentaya.

Peristiwa itu, terjadi, ketika Julhaidir (41) sedang mandi di sungai Seranggas di desa setempat, Jumat (1/2/2019) pukul 18.30 WIB.

Pria berusia 41 tahun ini tidak menyangka ketika dia mandi di sungai ada buaya yang mengintainya, sehingga akhirnya disambar buaya .

Menurutnya, saat itu, dia kira sungai aman saja dari buaya, karena sudah lama tidak terjadi serangan buaya, namun kaget tiba-tiba, binatang buas itu menyerangnya sehingga sempat menggigit tangan kirinya hingga putus.

Untung saja nyawa Julhaidir masih bisa terselamatkan setelah disambar buaya, meskipun tangan kiri nelayan Desa Lampuyang, Kecamatan Teluk Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) ini putus.

Baca: Akan Dipolisikan Ashansty Setelah Serang Anang Hermansyah, Jerinx SID Minta Bantuan Raul Lemos

Baca: Gagal Jalin Asmara dengan Ariel Noah dan Reino Barack, Luna Maya Nangis Dinikahan Edric Tjandra

Baca: Sifat Asli Rocky Gerung Dibongkar Mahfud MD Usai Ungkap Ingin Jadi Timses Andai Dampingi Jokowi

Baca: Ini Fatwa MUI Soal Pemilu, Wajib Hukumnya Pilih Calon Pemimpin yang Kriterianya Seperti Ini

Kapolsek Jaya Karya AKP Suroto, membenarkan kejadian tersebut, dan korban saat ini masih di rawat di RSUD Murjani Sampit untuk mendapatkan pengobatan.

"Tangan korban putus, tapi nyawanya selamat, setelah diserang buaya," ujarnya.

Informasi dari warga setempat, Sabtu (2/2/2019) korban berhasil lepas dari gigitan buaya setelah berusaha melawan dengan menarik diri dari gigitan buaya yang mencengram tangannya.

Korban bahkan sempat berteriak meminta pertolongan dan didengar oleh warga yang kemudian berdatangan ke lokasi.

"Sebelum dibawa ke RS Murjani, korban sempat diberikan pengobatan di RS Pratama Samuda," ujar Ijai, warga setempat.

Akibat kejadian tersebut, tangan kiri korban putus mulai dari jari hingga siku.

Lukanya cukup parah, tapi nyawanya selamat.

Selama ini, warga sekitar Samuda, Pulau Hanaut, Bagendang, hingga teluk Sampit sudah diingatkan dilarang melakukan aktivitas di sungai tapi tetap tidak digubris, karena sudah banyak warga Kotim menjadi korban keganasan hewan berdarah panas ini.

banjarmasinpost.co.id /faturahman

Penulis: Fathurahman
Editor: Edinayanti
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved