Selebrita

Curahan Hati Atiqah Hasiholan Setelah Kasus Hoaks Ratna Sarumpaet, Terungkap Sifat Asli Ibunya

Curahan Hati Atiqah Hasiholan Setelah Ibunya Ratna Sarumpaet Terbelit Persoalan Hoaks, Terungkap Sifat Asli Ibunya

Curahan Hati Atiqah Hasiholan Setelah Kasus Hoaks Ratna Sarumpaet, Terungkap Sifat Asli Ibunya
Tribun Bogor/Instagram
Ratna Sarumpaet dan Atiqah Hasiholan 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Curahan Hati Atiqah Hasiholan Setelah Ibunya Ratna Sarumpaet Terbelit Persoalan Hoaks, Terungkap Sifat Asli Ibunya.

Artis Atiqah Hasiholan lama tak mau berkomentar terkait ibunya yang ditahan karena kasus hoaks.

Belakangan, Atiqah yang juga istri aktor Rio Dewanto ini mau menanggapi persoalan yang tengah membelit ibundanya yang seorang aktivis.

Dikutip dari Grid.id Sabtu (2/2/2019) yang melansir dari kompas.com, selama berada di dalam tahanan, Ratna Sarumpaet harus mengonsumsi obat anti depresi.

Baca: BREAKING NEWS : Sepuluh Jam Lapas Wanita Palangkaraya Ricuh, Penghuni Bakar Kasur dan Lempar Petugas

Baca: Pengakuan Suami Saphira Indah Soal Alasan Kuburkan Sahabat Ayu Ting Ting Itu Bareng Calon Bayinya

Baca: Gagal Jalin Asmara dengan Ariel Noah dan Reino Barack, Luna Maya Nangis Dinikahan Edric Tjandra

Baca: Jadwal MotoGP 2019, Perang Dingin Marc Marquez vs Jorge Lorenzo, Valentino Rossi Diimpikan Aprillia

Baca: Ahmad Dhani Gagal Konser di Malaysia, Dewa 19 Tanpa Mantan Suami Maia Estianty, Dul Jaelani Vokalis

Meski begitu kondisi kesehatan Ratna Sarumpaet selama di dalam tahanan baik.

"Normal, normal (kesehatan dan mental)," ucap kuasa hukum Ratna Sarumpaet, Insank Nasrudin.

"Kan Polda punya dokter, punya poliklinik, punya Biddokkes ya jadi kalau ada keluhan tahanan semua tahanan pun dokter akan memeriksa. Seandainya perawatan kurang pun bisa kami rujuk ke Rumah Sakit Polri Kramatjati," lanjutnya.

Kini aktivis Ratna Sarumpaet menantikan persidangan yang menjeratnya untuk mendapat putusan.

Menurut Direktur Program Institute For Criminal Justice Reform (ICJR), Eranmus Abraham Todo Napitupulu, aparat hukum perlu membuktikan soal penyebaran tersebut sebelum memidanakan Ratna Sarumpaet.

"Berita bohong itu pidananya di bagian ketika dia menyebar. Tapi nanti kan dibuktikan di sidang, dia yang menyebar atau bagaimana. Bohong mah salah. Pidana? Nanti dulu," kata Erasmus seperti yang diwartakan Kompas.com pada Kamis (31/1/2019).

Halaman
1234
Editor: Royan Naimi
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved