Berita Banjarbaru

Produksi Buah Menurun, PKL Musiman di Sungai Ulin Mulai Berkurang, Lahan Jadi Kandala

Suasana di kawasan Sungai Ulin Kota Banjarbaru masih ramai dengan para pedagang kaki lima (PKL) dengan berbagai jenis dagangan.

Produksi Buah Menurun, PKL Musiman di Sungai Ulin Mulai Berkurang, Lahan Jadi Kandala
banjarmasinpost.co.id/aprianto
Pedagang Durian di Sungai Ulin 

BANJARMASIN POST.CO ID, BANJARBARU - Suasana di kawasan Sungai Ulin Kota Banjarbaru masih ramai dengan para pedagang kaki lima (PKL) dengan berbagai jenis dagangan.

Namun beberapa hari terakhir ini, sejumlah lapak PKL ada yang kosong tanpa ada penjualnya. Biasanya, lapak-lapak itu diisi oleh para pedagang durian asli dari daerah Biih Kabupaten Banjar.

Memang sebelumnya, kawasan itu sempat disambangi oleh para Satpol PP dan dinas perdagangan Kota Banjarbaru untuk mendata para PKL itu.

"Memang ada anggota satpol PP datang ke lokasi jualan kita. Namun bukan melarang jualan, tetapi mendata para penjual di sini," kata Syafrudin, pedagang durian, Sabtu, (2/2/2019).

Pihaknya juga diingatkan agar menjaga kebersihan lokasi jualan dan diminta tidak melakukan jualan tepat di atas saluran air atau di bahu jalan.

"Para pedagang durian asli dari Biih sudah mulai berkurang. Makanya banyak lapak yang kosong," terangnya sambil melayani pembelinya.

Baca: Tak Berada di Lokasi Domisili Saat Pemilu 2019? Jangan Panik, Begini Cara Agar Tetap Bisa Nyoblos

Baca: Kabupaten Banjar Geger, Mayat Bayi dalam Kardus Ditemukan di Pinggir Jalan, Warga Cium Bau Tak Sedap

Dalam setiap harinya saat musim durian Biih melimpah, suplay durian dalam setiap hari bisa diantar mencapai 300 biji. Namun, saat ini, disebutkannya paling banyak 100 biji, itu pun yang mengantar dari dua petani buah durian.

Warga Sungai Alang yang sudah lama jualan buah di kawasan Sungai Ulin ini menegaskan bahwa durian Biih memiliki cita rasa manis, legit dan lembut.

Senada, penjual lainnya Rabikin menuturkan buah durian asli Biih mulai sulit dicari. Buah durian Biih lebih mengutamakan buah yang jatuh dari pohon, bukan dipetik.

"Kalau yang banyak saat ini, buah dari Kalteng, Tanjung hingga Kaltim. Seperti pepakin dan Langsat," tambahnya.
Disebutkannya bahwa suasana ramai di Kawasan Sungai Ulin dari pembeli tidak pasti. Terkadang siang dan sore yang ramai pembelinya.

Sebelumnya Kepala Dinas Perdagangan Kota Banjarbaru Abdul Basid mengatakan pihaknya akan mencari solusi terkait dengan adanya PKL yang jualan di bahu jalan.

"Sebagian besar PKL yang ada di daerah Sungai Ulin adalah PKL musiman. Khususnya saat musim buah, sebagain besar PKL berjualan di bahu jalan dan di atas drainase," katanya.

Baca: Ahmad Dhani Dipenjara, Maia Estianty Lagi Happy Bersama Irwan Mussry, Dul Jaelani: Bunda Tak Peduli!

Baca: Jelang MotoGP 2019, Jorge Lorenzo Sebut Honda RC213V Tak Menuntut Fisik Seperti Ducati

Secara umum kendala yang dihadapi terkait masalah PKL disebutkannya karena keterbatasan lahan atau lokasi.

"Kita tidak memiliki lahan untuk memindahkan mereka. Solusinya sekarang mencari lahan masyarakat yang belum dimanfaatkan. Untuk dikerjasamakan atau disewakan kepada para PKL. Sehingga mereka tidak berjualan lagi di kawasan fasilitas umum," terangnya.

Selain itu, pihaknya melalui Bidang PKL bersama Satpol PP dan Lurah Sungai Ulin sudah melakukan pendataan dan merapatkan untuk mencari alternatif tempat berjualan bagi para PKL. (banjarmasinpost.co.id/Rian)

Penulis: Aprianto
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved