Kriminalitas Banjar

Aroma Tidak Sedap dari Dalam Kardus Bikin Jarudin Penasaran, Setelah Dibuka Isinya Menyayat Hati

Mencium aroma tidak sedap dari luar rumah, Jarudin pun mencarinya, Sabtu (2/2) sekitar pukul 11.30 Wita.

Aroma Tidak Sedap dari Dalam Kardus Bikin Jarudin Penasaran, Setelah Dibuka Isinya Menyayat Hati
BPost Cetak
Metro Banjar edisi cetak Minggu (3/2/2019) 

BANJARMASINPOST.CO.ID, MARTAPURA - Mencium aroma tidak sedap dari luar rumah, Jarudin pun mencarinya, Sabtu (2/2) sekitar pukul 11.30 Wita.

Warga Jalan A Yani Kilometer 78 Desa Sungkai Kecamatan Simpangempat Kabupaten Banjar itu kemudian mendapati sebuah kotak kardus yang tertutup rapat di samping rumah.

Alangkah terkejutnya Jarudin begitu mengetahui ternyata di dalam kotak itu terdapat seorang bayi yang tidak bernapas lagi.

Bayi mengenakan baju putih les merah, berselimutkan handuk.

Kepalanya tertutup handuk kecil warna hijau muda.

Penemuan mayat bayi berjenis kelamin laki-laki itu membuat geger warga.

Baca: Deretan Conton Ucapan Selamat Imlek 2019 Menyambut Tahun Baru China 2570 dalam Tiga Bahasa

Baca: Gaya Ustadz Abdul Somad dan Ustadz Adi Hidayat Bikin Arie Untung Bikin Tantangan pada Followersnya

Baca: Penyebab Pernikahan Ahok alias BTP dan Puput Nastiti Devi Bisa Kandas Diungkap Sosok Ini

Baca: Kabar Raffi Ahmad Resmi Menikahi Ayu Ting Ting Ditanyakan Anji Manji, Suami Nagita Slavina Bereaksi

Baca: Komentar Unik Sahabat Syahrini di Balik Emoji Hati Ungu Reino Barack, Mantan Kekasih Luna Maya

Jarudin beserta sejumlah warga kemudian melaporkannya ke Polsek Simpangempat.

Petugas pun mengamankan lokasi penemuan yang tak jauh dari Jalan A Yani sembari menunggu tim identifikasi dari Polres Banjar.

Kapolsek Simpangempat Iptu Endris Ary Dinindra mengatakan setelah diteliti tim identifikasi dari Polres Banjar, mayat dievakuasi ke ruang jenazah RSUD Ratu Zalecha di Martapura.

“Pak Jarudin yang pertama kali menemukan mayat bayi tersebut. Berdasarkan keterangan beliau sekitar pukul 02.00 Wita ada mendengar ribut-ribut. Langkah yang kami lakukan adalah memintai keterangan saksi-saksi, selain Pak Jarudin dan istrinya Armania,” kata Endris mewakili Kapolres Banjar AKBP Takdir Mattanete.

Endris mengatakan mayat bayi ibaru lahir karena masih ada tali pusarnya.

Dugaan sementara bayi merupakan hasil hubungan gelap.

Selain itu kemungkinan pembuangnya merupakan orang luar Desa Sungkai.

“Karena lokasi penemuan mayat tidak jauh dari pinggir Jalan A Yani yang merupakan jalur antar provinsi. Tidak menutup kemungkinan pelakunya hanya lewat. Tetapi kami terus melakukan penyedilikan lebih lanjut,” jelasnya.

Editor: Edinayanti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved