Berita Kalteng

Jalur Udara Makin Mahal Warga Kalteng Beralih Lewat Sarana Transportasi Ini

Terjadinya lonjakan harga tiket pesawat maupun pelayanan bagasi lewat jalur udara yang berlangsung hingga saat ini, diperkirakan akan memicu penurunan

Jalur Udara Makin Mahal Warga Kalteng Beralih Lewat Sarana Transportasi Ini
banjarmasin post group/ faturahman
Aktivitas Penerbangan di Bandara Tjilik Riwut Palangkaraya, Kalimantan Tengah, tetap ramai, lebih ramai daripada moda transportasi laut, sehingga tiga bandara di Kalteng diusulkan menambah armada udara untuk melayani penumpang. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Terjadinya lonjakan harga tiket pesawat maupun pelayanan bagasi lewat jalur udara yang berlangsung hingga saat ini, diperkirakan akan memicu penurunan penggunaan jasa transportasi udara.

Keluhan terkait mahalnya penggunaan jasa transportasi udara tersebut membuat sebagian warga Kalteng mengalihkan alat transportasi untuk bepergian keluar jawa, yakni awalnya naik pesawat ke kapal laut, karena dinilai lebih murah.

Hal Ini karena untuk bepergian ke Jakarta atau ke Surabaya dari Sampit atau Palangkaraya, pengguna harus menyediakan uang rata-rata diatas Rp 1 juta, padahal sebelumnya masih ada harga tiket di bawah Rp1 juta.

"Saya pulang ke Sampit naik pesawat dari Jakarta per orang dapat tiket Rp 1,4 juta, ini mahal betul, karena sebelumnya masih ada harga tiket dibawah Rp 1 juta per orang, dan saya memantau terus hingga sepekan, ternyata memang ga adalagi harga murah," ujar Hj Zulaicha, warga Jalan Iskandar Sampit, Minggu (3/2/2019).

Baca: Fakta Terkini Kondisi Kotim Usai Bupati Supian Hadi Resmi Ditetapkan Tersangka Oleh KPK

Baca: Reaksi Tak Terduga Raffi Ahmad Saat Disebut telah Menikah dengan Ayu Ting Ting, Nagita Slavina?

Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Tengah melansir frekuensi penerbangan pesawat udara di Kalteng menurun 2,24 persen, dari 1.878 kali penerbangan (November 2018) menjadi 1.836 kali penerbangan (Desember 2018).

Kepala BPS Kalteng, Yomin Topri, mengungkapkan, berkurangnya frekuensi penerbangan yang tetap diikuti oleh kenaikan aktivitas penumpang dan
volume barang, mengindikasikan kualitas layanan transportasi tersebut merosot.

BPS juga menyoroti, aktivitas penumpang yang justru terjadi  kenaikan (37,57 persen), berasal dari penumpang datang (6,90 persen) maupun penumpang
berangkat (75,79 persen).

Baca: 5 Fakta Lapas Perempuan Palangkaraya Ricuh, Lempari Petugas, Bakar Kasur Hingga Tuntutan

Baca: Hasil Akhir & Cuplikan Gol Juventus vs Parma Liga Italia, Skor 3-3, Cristiano Ronaldo Cetak 2 Gol

Selama  setahun tahun terakhir, terjadi 8.531 kunjungan kapal laut yang melayani aktivitas 321.823 orang  penumpang dan 16,89 juta ton barang. "Kenaikan yang cukup tinggi terjadi pada aktivitas penumpang berangkat (23,37 persen) dan volume bongkar barang (13,38 persen)." ujarnya.

Sementara itu, Kepala Bandara Tjilik Riwut Palangkaraya, Paryono, mengungkapkan, setelah diresmikan Presiden terminal baru akan dikelola secara profesional oleh PT Angkasa Pura II, pihaknya juga masih mengusulkan penambahan armada pesawat, untuk meningkatkan pelayanan.

(banjarmasinpost.co.id/faturahman)

Penulis: Fathurahman
Editor: Rendy Nicko
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved