Ekonomi dan Bisnis

China Batasi Impor, Sektor Saham Batu Bara Terkoreksi, Inilah Perusahaan yang Sahamnya Anjlok

Pemerintah China mulai menerapkan sejumlah kebijakan terkait penggunaan baru bara di negeri tirai bambu tersebut.

China Batasi Impor, Sektor Saham Batu Bara Terkoreksi, Inilah Perusahaan yang Sahamnya Anjlok
Banjarmasinpost.co.id/Mariana
Investor dari ULM tengah berkonsultasi dengan analis di BEI Banjarmasin, Senin (4/2/2019). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Pemerintah China mulai menerapkan sejumlah kebijakan terkait penggunaan baru bara di negeri tirai bambu tersebut.

Kebijakan tersebut di antaranya kebijakan standar energi terbarukan China, relaksasi industri semen dan baja, serta perkiraan melemahnya tingkat konsumsi China.

Berkurangnya permintaan batu bara dari China menjadi salah satu sentimen kuat yang menekan harga batu bara.

Sebagai negara yang menguasai lebih dari separuh konsumsi batu bara dunia, permintaan dari China mempengaruhi harga.

Hal ini berimbas kepada sejumlah sektor batu bara di pasar modal Indonesia.

Baca: Vanessa Angel Dikembalikan ke Tahanan, Ini Alasan Ayahnya Tak Menjenguk Saat Vanessa Sakit

Baca: Reaksi Ruben Onsu Ketahui Adik Julia Perez, Della Perez Dipanggil Terkait Kasus Vanessa Angel

Baca: Adik Julia Perez, Della Perez Sempat Menangis di Pusara Sebelum Terkait Kasus Prostitusi Online

Baca: Ucapan Selamat Imlek 2019 Dalam Bahasa Inggris dan Artinya, Kata-Kata Mutiara Tahun Baru China 2570

Senior Equity Brokerage MNC Sekuritas Banjarmasin, Herry Wachiedin menuturkan, pergerakan saham batu bara cenderung turun.

"China membatasi impor batu bara, dengan alasan menginginkan udara yang bersih bebas dari polusi. Sehingga hal ini secara langsung mempengaruhi harga komoditas batu bara yang terkoreksi di antaranya, PT Adaro Energy (ADRO), PT Bukit Asam (PTBA) dan saham PT United Tractors (UNTR)," papar Herry kepada Banjarmasinpost.co.id.

Ditambahkan dia, selain saham tersebut ada yang paling terkoreksi sebesar 2,7 persen yakni PT Indo Tambangraya Megah (ITMG).

"Saham ADRO dan beberapa yang lain tidak mengalami penurunan secara signifikan. Dari data statistik perdagangan hari ini, ada kemungkinan bergerak naik," imbuhnya.

Herry mengatakan, pergerakan saham tambang itu masih dapat terapresiasi. Investor lokal diyakininya mampu lebih cerdas untuk berinvestasi dan dapat memilih yang mana berpotensi cuan.

Halaman
12
Penulis: Mariana
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved