Berita HSS

KPU HSS: Jika Hari 'H' Penderita Disabilitas Mental Ini Waras, Bisa Gunakan Hak Pilih di Pemilu 2019

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Hulu Sungai Selatan telah mendata 324 penderita disabilitas mental atau gangguan jiwa sebagai pemilih tetap.

KPU HSS: Jika Hari 'H' Penderita Disabilitas Mental Ini Waras, Bisa Gunakan Hak Pilih di Pemilu 2019
KPU HSS untuk Banjarmasin Post
Gudang Logistik di Eks Rumah Makan Borobodor yang digunakan KPU HSS menyimpan sebagian barang logistik Pemilu 2019 mendatang. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Hulu Sungai Selatan telah mendata 324 penderita disabilitas mental atau gangguan jiwa sebagai pemilih tetap.

Mereka dimasukkan DPT, karena sedang dalam pengobatan di rumah sakit jiwa maupun rawat jalan di rumah dan dinilai kemungkinan bisa sembuh pada hari pencoblosan. Namun, untuk penderita tunagrahita maupun penderita gangguan jiwa di jalanan tidak didata.

Divisi Perencanaan, Informasi dan Data, KPU HSS, Kamaludin, ditemui Senin (4/2/2018) menjelaskan, jumlah disabilitas mental tersebut didata di rumah-rumah penduduk di 11 kecamatan.

Sesuai Keputusan MK Nomor 135 Tahun 2015, kata Kamaludin, penderita gangguan jiwa atau kehilangan ingatan, sifatnya tidak permanen. JIka tidak didaftar dalam DPT kemudian kemudian ketika hari H pemungutan suara sembuh, mereka bisa kehilangan hak pilih.

Meski demikian, untuk bisa ikut mencoblos pada hari H tetap sesuai rekomendasi dokter.

“Jadi tetap didaftar. JIka saat hari H sudah waras, bisa menggunakan hal pilih. Demikian pula sebaliknya,” katanya.

Baca: Video Penyesalan Avriellia Shaqqila Ikut Prostitusi Online Seperti Vanessa Angel, Beda JIka Ada Uang

Baca: Sukseskan Program TMMD 104 tahun 2019, Jalan Setapak Ribang Menuju Haruai Diperbaiki

Baca: Perbedaan Sikap Putra Ahmad Dhani Dul Jaelani dengan Sean Anak Ahok, Saat Ayahnya Masuk Penjara

Untuk jumlah pemilih tuna grahita di HSS meliputi 0,62 persen daftar pemilih tetap HSS. Daftar pemilih tetap di HSS adalah 171.802 dari jumlah penduduk HSS yang totalnya 240.547 jiwa.

Disebutkan, untuk pemilih, ada tiga kategori yaitu pemilih tetap, pemilih khusus dan pemilih tambahan.

Tuna grahita masuk daftar pemilih khusus, dimana mereka juga memiliki KTP. Namun jika penderita gangguan jiwa yang masuk pemilih khusus itu belum sembuh, tak diberi hak memilih.

Dijelaskan, sesuai UU Pemilu, warga negara yang sudah berusi 17 tahun atau sudah menikah, bukan TNI/Polri serta tak dicabut hak politiknya, wajib masuk DPT.

Hal tersebut menjadi dasar bagi KPU memasukkan disabilitas ke DPT karena mereka juga punya hak suara. Namun, hak suara baru bisa digunakan setelah memenuhi syarat yang disebutkan tadi.

Sementara itu, terkait partisipasi pemilih pada Pemilu 2019 mendatang, Divisi Sosialiasi, Pendidikan Pendidikan Pemilih, Administrasi dan Partisipasi Masyarakat KPU HSS, Syamsul Irfan, menjelaskan, pihaknya menargetkan 75 persen pemilih tetap tersebut datang ke TPS, seperti halnya pada PIlkada 2018, dimana 75,5 persen pemilih sudah berpartisipasi, dengan tingkat golput 24,5 persen.

UNtuk memotivasi pemilih datang ke TPS, KPU HSS sebagaimana diintruksikan KPU pusat, kata Irfan juga bakal menggelar lomba foto di depan TPS saat hari H pencoblosan nanti.

Namun, untuk teknis pelaksanaan lomba foto tersebut,belum ditetapkan, karena saat ini masih fokus ke rencana pendistibusian logistik serta upaya pemindahahan gudang logistic ke GOR Aluh Idut, mengingat daya tampun bangunan eks rumah makan borobodor sangat terbatas.

“Tempat pengelolaan logistik sebagian sudah dipindahkan,” katanya. (banjarmasinpost.co.id/hanani)

Penulis: Hanani
Editor: Didik Trio
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved