Pelabuhan Lama Riwayatmu Kini

Pelabuhan Lama Berhenti Beroperasi, Pelindo Bangun Pengganti Bernama Martapura Baru

Sementara itu untuk Pelabuhan Trisakti digunakan sebagai khusus bongkar muat kontiner dan bongkat muat mobil dan penumpang.

Pelabuhan Lama Berhenti Beroperasi, Pelindo Bangun Pengganti Bernama Martapura Baru
banjarmasinpost.co.id/jumadi
Tinggal kenangan. Inilah Pelabuhan Lama Banjarmasin yang tinggal kenangan 

BANJARMASINPOST.CO.ID - Seiring dengan berjalannya waktu, selain Pelabuhan Trisakti yang mengantikan Pelabuhan Lama sejak tahun 1960-an, kini Banjarmasin (di bawah Pelindo III) menambah lagi dua pelabuhan.

Seperti Pelabuhan Martapura Baru (aktivitas KLM, PLM dan kapal lokal), dan Pelabuhan Bawang yang ada di Jalan Mantuil Banjarmasin Selatan. Kedua pelabuhan ini berada di Sungai Mantuil.

Aktifitas bongkar muat sangat padat. Semua barang hang datang dari beberapa pelanuhan di Jawa sandar di tempat ini.

Baca: Pelabuhan Lama, Pelabuhan Satu-satunya di Sungai Martapura Tahun 1960-an, Riwayatmu Kini

Baca: Barang dari Jawa Bongkar di Pelabuhan Lama, Baliknya Kapal Bawa Komiditi Hasil Bumi Kalsel ke Jawa

Baca: Berlabuh di Pelabuhan Lama, Kapal Barang dari Sungai Barito Harus Melewati Dua Sungai

Sementara itu untuk Pelabuhan Trisakti digunakan sebagai khusus bongkar muat kontiner dan bongkat muat mobil dan penumpang.

"Saat ini aktifitas di tiga pelabuhan sangat padat, hampir terjadi bongkar muat setiap hari,"ungkap Budi, salah satu pemilik ekspedisi di Banjarmasin.

Dikutip dari buku Sejarah Pelabuhan Lama, disebutkan bahwa Pelabuhan Banjarmasin lama terletak di tepi Sungai Martapura, anak Sungai Barito.

Tiap-tiap kapal yang menuju pelabuhan tersebut (akan melayari dua buah sungai) membutuhkan waktu lebih kurang 3 jam.

Pertama melayari Sungai Barito yang lebarnya 800 sampai 900 meter dengan kedalaman sampai 10 meter (membutuhkan waktu 2 jam), kemudian Sungai Martapura yang lebarnya 90 sampai 95 meter dengan kedalaman 4 sampai 5 meter (membutuhkan waktu 1 jam).

Dengan adanya sebuah terusan antara Sungai Barito dan Martapura waktu pelayaran dapat dipersingkat lebih kurang seperempat jam. Terusan ini bermanfaat untuk menghubungkan perpindahan kapal di Pelabuhan Lama dan Pelabuhan Baru (Pelabuhan Samudera Trisakti) manakala diperlukan untuk mengatasi kekurangan tempat tambatan kapal.

Baca: Tingkah Aneh Raffi Ahmad Bahas Yuni Shara, Laudya Cynthia Bella & Ayu Ting Ting Depan Nagita Slavina

Baca: RUU Permusikan Bikin Kontroversi, Musisi Kalsel juga Ikut Kritik RUU Karena Hal Ini

Baca: Video Lirik Lagu Hadapi dengan Senyuman, Bikin Putra Maia Estianty-Ahmad Dhani, Dul Jaelani Nangis

Melayari Sungai Barito tidak terdapat kesukaran, tetapi muara sungai ini terjadi pendangkalan sehingga tidak jarang kapal kandas karena dangkalnya air di muara, terlebih-lebih lagi pada musim kemarau atau air sedang surut sehingga kapal hanya dapat masuk dan keluar muara menunggu pasang air. Mengingat pendangkalan ini pengerukan Sungai Barito menjadi sangat penting untuk kelancaran lalu-lintas perekonomian.

Untuk pengaturan lalu-lintas dan keamanan kapal-kapal keluar masuk di muara Sungai Mantuil, ditempatkan sebuah pos penjagaan dan menjelang selesainya pelabuhan baru di Sungai Barito sejak September 1964 pos ini dipindahkan ke komplek pelabuhan baru, dan kemudian dipindahkan lagi ke pos terusan Bromo.

Seiring mulai beroperasi Pelabuhan Samudera Trisakti sejak tahun 1965, aktivitas di Pelabuhan Lama mulai berkurang dan akhirnya pada tahun 90-an tinggal cerita.

(banjarmasinpost.co.id/jd)

Penulis: Jumadi
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved