Berita Kalteng

Sentil Kasus Bupati Kotim, Asera Ingatkan Kepala Daerah Jangan Tergiur Suap

Bupati Kotawaringan Timur H Supian Hadi resmi ditetapkan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai tersangka dugaan kasus korupsi

Sentil Kasus Bupati Kotim, Asera Ingatkan Kepala Daerah Jangan Tergiur Suap
tribunkalteng.co/fathurahman
Kantor Bupati Kotim di Sampit. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PALANGKARAYA - Kasus penyalahgunaan kewenangan jabatan yang diduga dilakukan Bupati Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, H Supian Hadi dalam pemberian Izin Usaha Pertambangan (IUP) dan Kuasa Pertambangan (KP) menjadi perhatian komisi terkait di DPRD Kalteng, Senin (4/2/2019).

Bupati Kotawaringan Timur H Supian Hadi resmi ditetapkan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai tersangka dugaan kasus korupsi penerbitan izin tambang di Kotim.

Dia diduga melakukan korupsi terkait izin usaha pertambangan (IUP) terhadap tiga perusahaan di Kotawaringin Timur.

Plt Ketua Komisi Bidang Pertambangan dan Perkebunan DPRD Kalteng, HM Asera, mengatakan, kasus tersebut harusnya jadi pelajaran bagi bupati atau kepala daerah lainnya di Kalteng, jangan sampai mengalami hal yang sama dengan Bupati Kotim, H Supian Hadi.

Baca: Link & Cara Pendaftaran SNMPTN 2019 di snmptn.ac.id yang Resmi Dibuka Hari Ini, Senin (4/2/2019)

Baca: Kenali 7 Makanan yang Wajib Ada Saat Imlek, Dipercaya Membawa Keberuntungan

Baca: Pesan Pilu Mulan Jameela pada Ahmad Dhani yang Dipenjara, Beri Dukungan ke Al Ghazali & Dul Jaelani

Baca: 5 Fakta Penolakan RUU Permusikan yang Bikin Ashanty, Anang Hermansyah dan Jerinx SID Ribut

Baca: Google Menambahkan Dua Bahasa Dayak ini dalam Koleksi Bahasa Daerah GBoard

"Sejumlah kabupaten di Kalteng banyak memiliki potensi tambang, sehingga sudah selayaknya kepala daerah yang ada potensi tambang di wilayahnya patut waspada, karena jika tergiur dengan suap nasibnya bisa sama saja dengan H Supian," ujarnya.

Apalagi sebut Asera, potensi tambang batu bara di Kalteng termasuk memiliki kualitas tinggi yang sangat menggiurkan bagi investor untuk datang dan memilikinya.

"Jangan mau disuap apalagi dalam proses izinnya menyalahi aturan, itu pasti akan kena dampaknya," ujarnya.

Sementara itu, Senin (4/2/2019), Bupati Kotim H Supian Hadi belum tampak masuk kantor, semua acara Pemkab dihandel oleh Wakil Bupati dan Sekdakap Kotim, meski bupati tidak ada di tempat, pelayanan publik tetap berjalan seperti biasa.

banjarmasinpost.co.id/faturahman

Penulis: Fathurahman
Editor: Edinayanti
Sumber: Tribun Kalteng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved