Pilpres 2019

Djoko Santoso Keluarkan Petisi Desak TNI-Polri dan ASN Netral dalam Pilpres 2019

Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Djoko Santoso keluarkan petisi ajak para Anggota TNI-Polri serta ASN netral dalam Pemilu 2019

Djoko Santoso Keluarkan Petisi Desak TNI-Polri dan ASN Netral dalam Pilpres 2019
banjarmasinpost.co.id/achmad maudhody
Djoko Santoso Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga Uno 

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN - Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Djoko Santoso keluarkan petisi ajak para Anggota TNI-Polri serta ASN untuk netral dalam Pemilu 2019.

Petisi tersebut menurut Djoko mendesak para Anggota TNI-Polri serta ASN agar bersikap profesional, adil dan tidak memihak salah satu pihak dalam Pemilu.

Petisi tersebut menurut Djoko dibacakan di Rumah Komisaris Jenderal Pol (Purn) Nugroho Djayusman akhir Bulan Januari 2019 lalu.

"Maka saya kemarin di rumah Pak Nugroho Djayusman mengeluarkan petisi mendesak agar Tentara, Polisi, Intelejen, ASN harus netral mengawal demokrasi ini," kata Djoko saat berkunjung ke Kalimantan Selatan (Kalsel), Minggu (3/2/2019).

Ia meminta setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS) di Indonesia dijaga dan di awasi unsur TNI dan Polri saat proses pemungutan suara hingga proses selesai.

Baca: Reaksi Keras Ustadz Abdul Somad Soal Pernyataan Yang Gaji Kamu Siapa dari Menteri Rusdiantara

Baca: Kisah Mahfud MD Soal Megawati, Prabowo dan Jusuf Kalla Mau Mundur dari Calon di Pilpres 2009

Selain itu, Djoko juga mengaku sudah menerima 23 Duta besar dari negara-negara Uni Eropa dan meminta mereka mengirim observator untuk memantau Pemilu 2019 di Indonesia.

Di Kalsel, memang masih didapati indikasi tak netral yang dilakukan dari unsur tersebut, diantaranya pelanggaran kampanye yang diduga dilakukan oknum ASN.

Dari rekap laporan penanganan dan penindakan pelanggaran kampanye di Bulan Januari 2019 oleh Bawaslu Provinsi Kalsel, salah satu dugaan pelanggaran dilakukan oknum dari unsur ASN dengan ikut berkampanye di Kabupaten Hulu Sungai Selatan.

Menurut Komisioner Bawaslu Provinsi Kalsel, Erna Sarypiah, temuan tersebut sudah direkomendasikan sebagai temuan dugaan pelanggaran. (Banjarmasinpost.co.id/Achmad Maudhody)

Penulis: Achmad Maudhody
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved