Berita Jakarta

Penyelidikan KPK Diduga Bocor, CCTV Hotel Borobudur Rusak Saat Penyelidik KPK Dianiaya

Saut Situmorang meyakini kepolisian mampu mengungkap pelaku dugaan penganiayaan dua penyelidik KPK di Hotel Borobudur Jakarta meski kamera CCTV rusak.

Penyelidikan KPK Diduga Bocor, CCTV Hotel Borobudur Rusak Saat Penyelidik KPK Dianiaya
KOMPAS.com/ABBA GABRILLIN
Logo Komisi Pemberantasan Korupsi di Gedung Baru KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (22/2/2016). 

BANJARMASINPOST.CO.ID, JAKARTA - Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Saut Situmorang meyakini kepolisian mampu mengungkap pelaku dugaan penganiayaan dua penyelidik KPK di Hotel Borobudur Jakarta meski kamera CCTV hotel dikabarkan rusak saat kejadian.

“Konon katanya rusak pada saat kejadian lalu diformat hardisknya, kemudian on (hidup) lagi setelah kejadian penganiayaan,” kata Saut kepada wartawan, Senin (4/2).

Saut meyakini rusaknya kamera CCTV tidak banyak berpengaruh terhadap penyelidikan yang dilakukan pihak kepolisian. Sebab, kasus tersebut terbilang sederhana. “Kasus di hotel Borobudur ini lebih sederhana pasti terungkap karena pelakunya jelas, walau CCTV hotel itu tidak membantu,” ujarnya.

Saut pun berharap kepolisian segera menaikkan status penanganan kasus ini ke penyidikan. Ia berharap upaya kerja sama yang baik antara tim dari Polri dan biro hukum KPK dapat membantu pengusutan kasus ini.

Dua penyelidik KPK yang tengah melaksanakan tugas pengintaian di Hotel Borobudur Jakarta disergap dan dianiaya oleh beberapa orang pada Sabtu (2/2) malam.

Baca: Hasil Liga Inggris, West Ham vs Liverpool - Trio Firmansah Gagal Menangkan Liverpool, Skor Akhir 1-1

Keduanya diduga dianiaya setelah kedapatan memotret kegiatan sejumlah pejabat dari Papua, seperti Gubernur Papua Lukas Enembe, usai mengikuti rapat evaluasi APBD Papua antara Pemprov Papua, DPRD Papua bersama Kementerian Dalam Negeri RI.

Kedua penyelidik tetap dianiaya meski telah menunjukkan kartu identitas sebagai pegawai KPK yang tengah melaksanakan tugas. Bahkan, peralatan kamera dan percakapan di telepon genggam kedua penyelidik turut diperiksa.

Akibat kejadian itu, pihak KPK menyatakan seorang penyelidiknya mengalami luka serius, yakni retak di hidung dan luka sobekan di wajah. Penyelidik tersebut telah mendapat perawatan pihak medis. Sementara, seorang penyelidik lainnya diintimidasi.

Saut menegaskan, kedua penyelidik KPK yang dianiaya itu berada di lokasi kejadian karena ditugaskan untuk mengecek informasi masyarakat tentang adanya indikasi korupsi.

Biro Hukum KPK telah melaporkan kasus penganiayaan tersebut ke Polda Metro Jaya, Jakarta, pada Minggu siang. Dan kasus tersebut ditangani oleh Direktorat Kejahatan dan Kekerasan Kriminal Umum (Jatantras Krimum) Polda Metro Jaya.

Halaman
123
Editor: Elpianur Achmad
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved