Berita Balangan

Pernikahan Usia Dini di Halong Tak Tercatat di KUA, Kemenag Balangan: Dispensasi Pengadilan Tiada

Pernikahan Usia Dini di Halong Tidak Tercatat di KUA, Kemenag Balangan: Dispensasi Pengadilan Pun Tiada

Pernikahan Usia Dini di Halong Tak Tercatat di KUA, Kemenag Balangan: Dispensasi Pengadilan Tiada
banjarmasinpost.co.id/dony usman
Kasi Binmas Islam Kantor Kemenag Kabupaten Balangan, H Wahid Noor Fajeri. 

BANJARMASINPOST.CO.ID, PARINGIN - Perkawinan anak usia dini yang terjadi di Kecamatan Halong, Balangan, Kalsel beberapa waktu lalu, dipastikan taktercatat di kantor urusan agama (KUA) setempat.

Ini ditegaskan Kasi Binmas Islam Kantor Kemenag Kabupaten Balangan, H Wahid Noor Fajeri, yang dikonfirmasi banjarmasinpost.co.id, di ruang kerjanya, Selasa (5/2/2019).

"Sepengetahuan kami dari sumber yang diterima, pertanyaan tentang tercatat atau tidak, itu tidak tercatat," ujarnya kemarin.

Soalnya, saat perkawinan dilangsungkan tidak memenuhi persyaratan sebagaimana diatur dalam UU Nomor 1 tahun 1974 tentang perkawinan.

Baca: Harapan Wali Kota Banjarbaru Nadjmi Adhani Tentang Pemindahan Pasar Bauntung ke RO Ulin

Baca: Maia Estianty Tepati Janji Setelah Dul Jaelani Sempat Beri Sindiran Soal Ahmad Dhani yang Dipenjara

Baca: Ulin Tak Lagi Dilindungi, Muncul Petisi Tolak PermenLHK P 106/2018, Ini Reaksi Kepala BKSDA Kalsel

Tepatnya pada pasal 7 ayat 1 dan 2 yang mengatur tentang batasan minimal usia nikah untuk laki-laki dan perempuan ataupun dispensasi pengadilan.

Mempelai perempuan pakai jilbab merah (kiri) yang melakukan pernikahan di bawah umur dengan si pria baju kaos putih (kanan). Pada Jumat (1/2/2019) petugas dinas terkait datang untuk melakukan pembinaan ke rumah orangtua.
Mempelai perempuan pakai jilbab merah (kiri) yang melakukan pernikahan di bawah umur dengan si pria baju kaos putih (kanan). Pada Jumat (1/2/2019) petugas dinas terkait datang untuk melakukan pembinaan ke rumah orangtua. (banjarmasin post group/ dony usman)

Kemudian, terkait dipensasi pengadilan, dalam kasus ini juga tidak ada didapatkan dan diketahui hanya dilakukan pihak keluarga, tanpa izin pengadilan dan tanpa pengawasan maupun pemeriksaan KUA kecamatan.

Dijelaskannya, dispensansi pengadilan bisa didapatkan melalui sidang di pengadilan agama untuk bisa mengeluarkan penetapan atau isbat.

Sidang digelar untuk mengetahui apakah pernikahan yang dilakukan sesuai syariat Islam atau tidak dan apakah juga sudah sesuai dengan undang-undang atau tidak.

Apabila pengadilan menerima permohonan isbat, maka akan ada penetapan yang dikeluarkan dan penetapan itulah yang bisa dijadikan dasar untuk proses pencatatan perkawinannya.

Lebih jauh disampaikannya, dengan adanya kejadian ini, pihaknya pun berharap agar masyarakat bisa memahami ada banyak hal yang harus disiapkan untuk sebuah pernikahan.

Baik dari kesiapan secara tanggungjawab, mental, kesehatan dan kematangan untuk menjalani sebuah rumah tangga.

Diketahui, kabar adanya pernikahan sepasang remaja usia belasan tahun di wilayah kecamatan Halong, Balangan, menyebar.

Dari informasi yang didapat, pasangan remaja yang menikah ini, si perempuan berinisial, D, berusia 15 tahun duduk di kelas 2 SMP dan si laki-laki, inisial AD berusia 14 tahun duduk di kelas 5 SD.

Pihak keluarga mengawinkan pasangan ini supaya bisa menghindari terjadinya perbuatan yang dilarang oleh agama.

Instansi terkait juga temah turun langsung untuk menangani persoalan ini dengan melakukan pembinaan dan pendampingan. (banjarmasinpost.co.id/dony usman)

Penulis: Dony Usman
Editor: Royan Naimi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved